Ragam

Ini Misteri Angka 5.555 Di Tari Umbul Kolosal Sumedang

adminsigiku.com
×

Ini Misteri Angka 5.555 Di Tari Umbul Kolosal Sumedang

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Pelaksanaan Tari Umbul Kolosal dengan jumlah 5.555 penari yang bakal digelar Pemkab Sumedang pada Selasa, 31 Desember 2019, pukul 09.00 Wib di area kantor Satker Jatigede, rupanya menyimpan misteri tersendiri. Pasalnya angka 5 yang berjejer 4 digit itu mengandung makna tersendiri.

Seperti diungkapkan Sekda Kab. Sumedang, Herman Suryatman, seusai jumpa pers di Media Center Pemda Sumedang beberapa waktu lalu, Rabu (18/12/19), bila angka 5 itu mengandung makna tersendiri,

“Pertama karena potensi masyarakat untuk mengikuti tari Umbul sangat antusias jadi kita batasi jumlah nya di angka itu. Kedua bila di (lingkungan) TNI kondisi kesiapan dan kemantapan itu ditunjukan denga angka 55”, ujar nya.

Jadi, tutur nya, masyarakat Sumedang kini sudah siap dan mantap untuk menjadikan kabupaten tujuan pariwisata, ungkap Herman.

Diketahui, tari Umbul yang bakal digelar untuk hiburan akhir tahun itu melibatkan 270 desa di seluruh Kabupaten Sumedang. Untuk suksesnya helatan akbar tersebut kini ditiap desa sedang melakukan latihan tari tersebut.

Namun seperti dituturkan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, beberapa waktu lalu, hiburan akhir tahun itu tidak hanya digelar tari Umbul saja namun di malam hari nya ada pesta kembang api yang juga masih digelar di kawasan Bendungan Jatigede.

Tari Umbul walaupun ada yang berpendapat berasal dari Kabupaten Indramayu, namun dipercaya masyarakat Sumedang bila seni tari itu merupakan asli dari wilayah Desa Situraja, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang yang mulai ada di Parugpug pada tahun 1940.

Makna tari Umbul merupakan tari pengakuan atau tarian panghiap – hiap (mempersilahkan) terhadap kedatangan tamu agung yang datang ke wilayah nya.

“Tari ini merupakan tarian penyambutan tamu agung. Gerakan lambaian tangan dan goyangan badan berarti menyambut, atau bahasa Sunda-nya ngahiap-hiap tamu agung”, jelas Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada Kamis, (12/12/19).