Pewarta : Syafrans
Koran SINAR PAGI, Kab Bogor,-
Berbagai macam upaya telah dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di tanah air, mulai dari sarana prasarana dengan anggaran yang sangat fantastis tentunya.
Akan tetapi meskipun berbagai macam cara dan upaya telah dilakukan pemerintah khususnya dalam dunia pendidikan ternyata masih ada saja oknum yang bikin memanfaatkan untuk keuntungsn pribadi
Satunya diantaranya seperti terjadi di SDN 01 Bedahan baru – baru ini, bagaimana tidak pada anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2019 yang disinyalir menurut keterangan sumber KSP terjadi penyimpangan anggaran serta praktek KKN.
Muharom Kepala Sekolah SDN 01 Bedahan, saat diminta klarikasi terkait informasi adanya dugaan penyimpangan anggaran serta praktek KKN, menampik dugaan tersebut dengan nada ketus, serta sikap tidak kooperatif dan terkesan bertele-tele.
Sumber KSP ysng sama, tetap menyatakan dugaan kuat adanya penyimpangan anggaran dan praktek KKN yang dilakukan Kepala Sekolah dengan adanya upaya terselubung yang dilakukan Kepsek yaitu dengan menyuap oknum untuk meredam agar luput dari jangkauan publik, anehnya upaya tersebut diamini oleh pengawas wilayah Kecamatan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Ditempat terpisah bang Anwar LSM AMPERA (Amanat Perjuangan Rakyat) angkat bicara, bahwa, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyikapi adanya dugaan penyimpangan Anggaran dan praktek KKN (suap) penggunaan DAK di SDN 01 Bedahan.
“Hal ini akan menjadi prioritas kita untuk segera menguak kasus tersebut agar nantinya aparat penegak hukum khususnya Kajari Cibinong untuk segera memeriksa yang bersangkutan dan dapat diproses sesuai supremasi hukum yang berlaku dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, “Tegasnya.













