Pewarta : Ayi Suherman
Koran SINAR PAGI, Kab Sukabumi,- Usep Wawan menerima lima pengurus perwakilan guru honorer yang tergabung di GTKHNK35+ (Guru dan Tenaga Kerja Honorer Non Kategori 35+) Kabupaten Sukabumi sowan ke kantor DPRD Kab.Sukabumi.
Perwakilan guru diterima oleh anggota komisi I sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra Usep Wawan di ruang fraksi Gerindra Palabuhanratu Rabu (05/02/20).
Menurut Ketua GTKHNK35+ Kab.Sukabumi, Iwa Kartiwa kedatangannya ke kantor dewan ini, untuk audensi, meminta surat rekomendasi atau dukungan dari empat pilar atas rencananya untuk berangkat ke Jakarta melaksanakan Rakornas nanti.
Empat pilar yang dimaksud tadi itu antara lain, PGRI kabupaten, Dinas Pendidikan, DPRD dan yang terakhir yaitu Bupati Sukabumi.
Dikatakan, Kepengurusan Kabupaten Sukabumi setelah mengimpentarisir ada sekitar lebih kurang 1.500 orang guru honorer di atas 35 tahun ke atas, itu jenjangnya SD, SMP, SMA yang ada di sekolah negeri yang tidak masuk dalam kategori dua.
“Kami berjuang yang ada di Kabupaten Sukabumi atas arahan dari pusat maupun dari provinsi untuk mendata jumlah guru honorer yang ada di kabupaten dan jumlahnya sangat signifikan banyak mencapai 1500 orang, pungkasnya.
Disisi lain menurut Iwa dilaksanakannya Rakornas di Jakarta itu untuk menyampaikan langsung kepada Presiden atas tuntutan organisasinya, “Tuntutan kami hanya dua yaitu yang pertama akan mendesak pemerintah pusat yaitu presiden untuk mengeluarkan kepres untuk mengangkat guru honorer dan tenaga kependidikan non ketegori usia 35 tahun ke atas untuk di jadikan PNS tanpa tes dengan Kepres tersebut,” ujarnya.
Sementara tuntutan yang ke dua, mengupayakan kepada pemerintah pusat supaya penggajihan atau honorarium bagi tenaga guru honor atau tenaga kependidikan hari ini di bebankan kepada APBD supaya di bebankan ke APBN, pungkasnya.
Sementara menurut Usep Wawan kedatangannya perwakilan tenaga pendidik honorer tersebut membetulkan bahwa apa yang disampaikan para guru honorer itu untuk meminta surat rekomendasi sekaligus meminta dukungan dari DPRD.
“Ya, kami sangat mendukung apa yang disampaikan para guru honorer tersebut, karena para pendidik tersebut harus sejahtera untuk meningkatkan kwalitas pendidikan anak-anak,” ucapnya.
Selain itu juga untuk menunjang tarap hidup untuk anggota keluarga para guru tersebut, dalam peningkatan sumber daya manusia baik moril maupun materil, ungkapnya.













