Pewarta : Jeky
Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Perbaikan trotoar di jalur tengah kota Sumedang, Jalan Mayor Abdurahman, tepat nya di depan Apotek Pajaji juga Indomart kini di kritik warga. Pasal nya keramik yang digunakan diperbaikan itu licin hingga warga banyak yang terjatuh saat keramik nya basah.
“Kenapa ya kok keramik nya menggunakan yang licin (leueur : Sunda) apalagi bila kena hujan. Itu kan membahayakan warga, dampaknya warga banyak yang terpeleset jatuh”, ungkap Emi (47) warga Sumedang Utara kepada koransinarpagijuara.com, melalui WhatsApp, Kamis malam (07/2/20).
Dikatakan dia, kok masa ada perbaikan trotoar yang membahayan penggunanya.
“Ada kesalahan teknis tuh kelihatanya. Mungkin keramik nya tak sesuai spek”, ungkap dia lagi.
Dari pantauan Emi, diutarakan, selain warga pengguna juga beberapa karyawan mini market di depan lokasi itu pun mengalami hal serupa, hingga bila melintas mereka terpaksa harus melepas alas kaki.
“Ya, saking khawatir nya jatuh, karyawan Indomart itu harus melepas sepatunya saat ngjnjak trotoar itu”, tandas Emi.
Bahkan kata dia, ibu RT di wilayah itu pun sempat terjatuh, juga para pedagang di seputar lokasi trotoar itu pernah terpeleset juga hingga nereka khawatir dan akhir nya memutuskan tak beralas kaki juga saat menginjak trotoar.
Disesalkan Emi, harus nya perbaiikan trotoar itu selain untuk keindahan kota juga memenuhi keamanan dan kenyamanan pengguna.
“Sayang bila pembangunan itu tak memperhitungkan unsur keamanan dan kenyamanan, hanya asal jadi”, tukas nya.
Belum lama ini, di Kabupaten Sumedang sempat viral di medsos, ada bangunan gapura “Selamat Datang” yang berlokasi di Ciherang yang dinilai warga bangunan nya tak memenuhi unsur estetika.
Warga Sumedang (baca Netizen) menilai bila pembangunan gapura yang memakan biaya ratusan juta itu asal jadi, karena bentuk nya kaku hingga dinilai jauh dari nilai seni.
Berikut nya, karena terus mendapat kritik, Pemkab Sumedang akhir nya melakukan redesign atas bangunan gapura tersebut.













