Peristiwa

Ketua Kelompok Pengusaha Pengolahan Ikan Asin, Bantah Penggunaan Formalin

adminsigiku.com
×

Ketua Kelompok Pengusaha Pengolahan Ikan Asin, Bantah Penggunaan Formalin

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Menanggapi informasi di media tentang pengolahan ikan asin yang menggunakan bahan kimia berupa formalin di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di sanggah langsung oleh ketua Kelompok Pengusaha Pengolahan Ikan Asin, Selasa (03/03/20).

Palabuhanratu Kab Sukabumi menurut ketua kelompok Sumber Laut pengolahan ikan asin Telly Supriatna menegaskan bahwa para pengolah ikan asin yang ada di palabuhanratu semuanya tidak ada yang menggunakan bahan kimia berupa formalin.

Itu sangat keliru bilamana ada salah satu pengolah menggunakan formalin, sementara dari kelompok kami yang ada di Palabuhanratu semuanya tidak ada yang menggunakan bahan kimia berupa formalin.

Anggota kelompok Sumber Laut sebanyak 30 keanggotaan itu semua para pengolah ikan asin dalam usaha skala besar, selain itu juga ikan asin yang diolah merupakan ikan lokal semua dari hasil tangkapan nelayan tradisional palabuhanratu.

Sementara ikan yang di olah semua ikan dengan jenis ukuran kecil seperti ikan tongkol kecil, ikan teri, ikan deulles, ikan tembang dan ikan pepetek semua jenis ikan lokalan dengan cara direbus terlebih dahulu tidak asal jadi ikan asin, jelasnya.

“Dikala musim penghujan kami para pengolah mempunyai trik sendiri dalam mengolah ikan asin supaya tidak cepat membusuk, karena kami sudah diajarkan oleh pihak dinas, bagaimana cara mengolah ikan tanpa menggunakan bahan pengawet,” tambahnya.

Disisi lain kalau itupun ada yang menggunakan bahan kimia berupa formalin mungkin saja di luar dari kelompok kami dan mungkin pengolah ikan asin rumahan dengan usaha kecil.

Mungkin juga kalo di para pedagang ikan asin yang ada di pasaran itu kami tidak tau karena ikan asin yang ada di pasar banyak dikirim dari luar palabuhanratu dan berbagai jenis ikan asin kiriman dari luar.

“Saya menegaskan para pengolah ikan asin yang ada di palabuhanratu dan sekitarnya tidak menggunakan bahan pengawet berupa formalin,” tandasnya.

Menanggapi hal yang sama Sekertaris DPC HNSI, Kabupaten Sukabumi, Ujang Sulaeman menegaskan, pihaknya selaku penggiat sosial di bidang Kelautan dan Perikanan baik Nelayan maupun pelaku usaha ikan lainnya.

“Kami selalu berkoordinasi dengan semua pihak menyangkut tentang perikanan baik dari dinas kelautan dan perikanan, dinas kesehatan maupun dinas koperasi perdagangan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya

Selain itu menurut Ujang pihaknya juga selalu memantau seluruh pelaku usaha di bidang perikanan, bahkan para pelaku usaha di pengolahan ikan asin itu sendiri.

Menurutnya para pengolah ikan asin juga selalu mendapat penyuluhan dari dinas kelautan dan perikanan tentang cara mengolah ikan dengan baik, tanpa menggunakan bahan pengawet atau formalin, tegasnya.

“Untuk pemerintah kami berharap kedepannya pemerintah bisa lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat nelayan, dan memberikan bantuan berupa pemanas atau open ikan asin dengan kapasitas yang besar untuk menghadapi musim penghujan agar para pelaku usaha pengolahan ikan asin bisa berjalan baik,” tambahnya.