Peristiwa

HOAX, Penutupan Pasar Tradisional Hingga Asia Plaza Sumedang

adminsigiku.com
×

HOAX, Penutupan Pasar Tradisional Hingga Asia Plaza Sumedang

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Kabar yang menyebutkan bakal adanya penutupan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Sumedang yang mencuat pada Jum’at, (20/3/20) dinyatakan Polres Sumedang itu merupakan berita Hoax.

“Kabar hoax itu muncul di media sosial (medsos) sejak hari Jum’at. Dan sejak itu kami terus memantau perkembangannya”, ujar Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana, kepada koransinarpagijuara.com melalui release nya, Sabtu (21/3/20).

Dikatakanya, kabar itu disebar melalui beberapa postingan dan grup Face Book (FB) yang mengatakan aktifitas pasar tradisional dan pusat perbelanjaan bakal dihentikan atau ditutup sementara dampak dari penyebaran Virus Corona, mulai Jum’at, 20 Maret 2020, pada pukul 15.00 Wib hingga selesai.

Dikatakan dikabar itu diantaranya bakal ditutup, pasar tradisonil, toko retail, Griya Plaza, Asia Plaza, Indomart, Alfa Mart, Tokma dan Jatos.

“Semua informasi itu Hoax”, tandas Kapolres Sumedang.

Karena terang dia saat diklarifikasi ke dinas terkait ( Dinas Koperasi , UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Sumedang -red) melalui Kabid Perdagangan, Raden Somali, menyatakan itu tidak benar

“Dia hanya menyampaikan surat himbauan kepada para Kepala UPTD Pasar, toko retail, Griya Plaza, Asia Plaza, Indomaret, Alfamart, Tokma dan Jatos untuk menyediakan akses dan sarana mencuci tangan berupa air mengalir dan hand sanitizer di setiap sarana perdagangan, melalui surat edaran, Nomor : 510 / 239 / DKPP / III / 2020, tanggal 19 Maret 2020”, ujar Kapolres Sumedang.

Selain itu kata Kapolres, masih di surat edaran disebutkan, agar menyediakan tisu dan masker bagi tamu atau pelanggan atau pengunjung yang memiliki gejala batuk pilek dan demam.

Selanjut nya, menjaga area perdagangan dan fasilitas bersama agar tetap bersih dan higienis dengan disinfectan secara berkala.

Juga menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian barang-barang kebutuhan pokok secara berlebihan (panic buying) untuk menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat dalam jumlah yang cukup.

“Jadi tidak ada kalimat di surat edaran itu akan menutup pasar tradisional dan modern ( terkait issu Corona) seperti yang di isukan penyebar hoax”, tandas Kapores lagi.

Dengan demikian ia menghimbau kepada warga agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenaranya.

“Kami kini sedang melakukan lidik terhadap penyebar hoax tersebut”, ucap nya.

Dia pun menghimbau, agar warga Sumedang tetap berhati – hati adanya penyebaran hoax terkait isu Corona,

“Tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh. Percayakan penangananya ke pihak pemerintah”, pungkas nya.