Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Forum Kepala Sekolah 69 Jawa Barat)
Dahulu Saya menulis di media cetak tentang guru Retno Listiarti dari DKI Jakarta yang kini jadi Komisioner KPAI. Tulisan yang dimuat berjudul “Guru Pemberontak Jadi Kepala Sekolah”. Retno adalah guru luar biasa yang aktif dan eksis melakukan “pemberontakan” memperjuangkan nasib guru. Sampai akhirnya Ia menjadi kepala sekolah dan kini menjadi pejabat KPAI.
Kini Saya menemukan kembali seorang guru yang unik. Ia adalah Dr.H.Yonandi seorang guru dari Tasikmalaya. Saat menjadi guru Ia termasuk guru “gila”. Kini Ia menjadi seorang Kepala SMAN 10 Kota Tasikmalaya. Ia anggota FKKS69 Jawa Barat. Faktanya banyak kepala sekolah yang prestatif di FKKS69.
Dr.H.Yonandi adalah seorang kepala sekolah muda yang memang terlihat “gila” sejak menjadi guru. Ia meraih gelar sarjana dari tiga PTN terbaik di Jawa Barat. S-1 Unpad, S-2 ITB dan S-3 UPI Bandung. Ia nampak “gila” menuntut ilmu. Kini Ia menjadi seorang kepala sekolah. Apakah sekolahnya akan kebawa “gila” ?
Pepatah bijak mengatakan, “Maju mundur sebuah sekolah tergantung kepemimpinan kepala sekolahnya, kepala sekolah hebat maka sekolah akan hebat, kepala sekolah buruk sekolah akan memburuk”. Nah, dapat dipastikan bila kepala sekolahnya “gila” maka sekolahnya akan menggila.
Melihat dari empat bulan pertama, dibawah kepemimpinan Dr.H.Yonandi SMAN 10 Kota Tasikmalaya terlihat meloncat. Sejumlah fasilitas mulai dibangun, diawali dari pembangunan masjid baru dan sejumlah fasilitas penting lainnya.
Menulis guru “gila” sudah lama Saya niatkan saat seorang kepala sekolah bernama Dr.H.Yonandi terlihat mengendarai alat berat beko untuk membangun sekolahnya. Ia nampak bersemangat bahkan “bernafsu” ingin menciptakan sekolah terbaik di Jawa Barat menuju Jabar Juara Lahir Batin.
Sebagai Ketua Forum (FKKS69) Jawa Barat Saya sangat bahagia karena FKKS 69 entitas para kepala sekolah SMAN/SMKN/SLBN yang unik, prestatif dan multitalenta. Membangun pendidikan di Jawa Barat atau di Indonesia sebenarnya tidak terlalu jelimet. Cukup “eksploitasi” para kepala sekolah agar serius dan maksimal dalam menciptakan sekolah terbaik.
Jauh akan lebih gesit lagi para kepala sekolah di Jawa Barat bila kesejahteraan di Jawa Barat mendekati DKI Jakarta atau setidaknya sama dengan Provinsi Banten. Dua provinsi tetangga yang sangat memperhatikan kesejahteraan para kepala sekolah. Mari para kepala sekolah buktikan spirit juaramu! Jabar juara bisa! Jabar sejahtera bisa ! Jabar tak tertandingi bisa !.













