Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Pedagang kecil sangat merasakan beban dari turunya omset jualan di masa pandemi. Seperti yang dialami kios Pa Ade Citra yang berjualan buku-buku. Kios yang terletak di Jalan Cibolerang Margahayu Utara Kota Bandung. Kios yang terlihat sederhana, berukuran kurang lebih satu meteran untuk etalase barang dagangannya.
Penjual buku, Kake Ade Suhendi mengungkapkan dimasa pandemi ini Abah tetap konsiten menjemput rizki. Sebelum ada pandemi berdagang itu terasa lancar, sekarang jadi terasa susah. Untuk berangkat belanja aja susah, apalagi pas jualan. Kadang saat belanja berangkat pagi pulang sore menghabiskan waktu lama dan ongkos beban biaya belanja.
Hampir 4 tahun jualan dari 2017 sampai sekarang 2021, dulu sempat sakit katarak. Namun dengan bantuan BPJS Kesehatan lalu dioprasi, awalnya saat sakit dulu tidak bisa melihat. Alhamdulillah sekarang baru satu sembuh.
Seperti biasa setiap harinya tanpa libur yang pasti, dari sekitar jam 06:00 -15:00 wib sampai asar menjadi waktu khusus jualannya. Lumayan kadang dapat 50-100 ribu juga udah lumayan ada untungnya. Selain penghasilan itu, menurutnya banyak pelanggan yang bilang. Udah tua masih tetap usaha, terus mereka ngasih lebih dari harga buku yang dibelinya, katanya
Abah Ade merasakan lumayan berat dan perihatin juga melihat keadaan kalau dibandingkan dengan dulu. Sekarang-sekarang paling 2 atau 3 hari, baru dapat 50-100 ribu omset jualan hariannya. Tapi rizki tetap ada. Karena dapat bantuan juga dari pemerintah yang dikelola oleh Istri dirumah. Istri lebih tau, karena saya sibuk jualan di jalan.
Anak-anak juga dapat bantuan untuk sekolahnya. Namun belum punya Hand phone untuk belajar dibangku SMPnya. Anak juga suka jalan kaki, kadang karena ga punya HP, jadi males sekolah karena sekarang kan sekolahnya harus online. Walaupun ada gurunya yang menyempatkan ke rumah untuk mengajar dan mengetahui kondisi anak didiknya. Ungkap Abah Ade menceritakan kondisi anaknya yang masih SMP, sambil menceritakan tentang anak yang paling kecil usia tiga tahunannya.
Ade Suhendi mengungkapkan alasannya saat menjual buku. Kadang kalau jualan makanan kan suka basi, kalau buku ga akan basi. Dulu sebelum pandemi suka berkeliling menawarkan buku ke pasar Caringin, Gede Bage atau pasar lainnya di kota Bandung. Sekarang jualan kadang dilarang, ga seperti dulu.
Selain menjual buku-buku kios Pak Ade menjual Teka Teki Silang yang diminati pelangganya untuk mengisi waktu senggang. Saat berjualan selain banyak yang beli. Banyak juga yang mengasih uang dari yang tiba-tiba datang. Mereka kasihan melihat orang tua masih tetap jualan, karena memiliki beban yang sama untuk bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Namun memiliki keterbatasan jasmaninnya.













