Peristiwa

Aksi Kucing – Kucingan, 24 Taksi Gelap Dari Zona Merah Berhasil Diamankan Polisi Selama Penyekatan Mudik Lebaran

adminsigiku.com
×

Aksi Kucing – Kucingan, 24 Taksi Gelap Dari Zona Merah Berhasil Diamankan Polisi Selama Penyekatan Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ayi Suherman

Kabupaten Sukabumi – Jajaran Polres Sukabumi berhasil mengamankan 24 unit taksi gelap yang terjaring dalam penyekatan arus mudik yang ada di wilayah hukum Polres Sukabumi.

Dari 24 unit mobil taksi gelap yang diamankan membawa pemudi dari wilayah zona merah untuk melaksanakan mudik lebaran tahun 2021.

Pelaksanaan penindakan taksi gelap dalam penyekatan dimulai dari tanggal 22 April sampai dengan 17 Mei 2021, dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2021 setiap,” Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif, Minggu (16/5/2021).

Sementara tarif yang di patok ke penumpang dikisaran 200000 sampai dengan Rp400.000 per orang. Adapun tujuannya dari Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor dan sekitarnya. Begitupun sebaliknya dari Sukabumi menuju kota lainnya.

“Polres Sukabumi telah menjaring 24 taksi gelap tersebut di lima titik penyekatan, yaitu di terminal Benda Cicurug, yang kedua ruas jalan Cibolang, yang ketiga ruas jalan Cikembang, keempat POC penyekatan Gunung Butak dan kelima jalan Bagbagan.

Taksi gelap melakukan aksinya kucing-kucingan dengan petugas, dia beroperasi pada malam hari menunggu petugas lengah, dia beroperasi pada malam hari, namun karena kita menempatkan anggota selama 24 jam kita pun bisa mengamankan taksi gelap tersebut,” ujar Lukman.

Kendaraan yang ditangkap diberi sanksi berupa penilangan dan ditahan selama masa penyekatan, adapun aturan yang dilanggar para taksi gelap melanggar undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Sementara pasal 308 tentang kendaraan yang tidak memiliki izin penyelenggaraan angkutan orang dalam air demikian yang bisa saya sampaikan.

Untuk modusnya sendiri yakni mencari penumpang dan biasanya mereka menggunakan jejaring sosial, ya bisa juga dengan online, jadi mereka menyiapkan semacam group.

“Kita juga mengamankan sempat mengamankan handphone dari para driver ini, mereka memiliki group yang di dalamnya itu ada juga calon-calon costumer. Sehingga di dalamnya mereka juga saling memberi tahu antara sopir lainnya, bahwa di pos penyataan ini sedang diberlakukan penyekatan,” katanya.

Dari tempat ketempat yang lain lanjutnya, dijalan mereka terhambat, “Mereka menunggu lengahnya petugas, namun kita juga tidak mau kecolongan, kita juga berjaga 24 jam agar tidak dimasuki atau tidak gampang dilewati oleh taksi gelap tersebut,” tandasnya.