Pewarta : Agus Lukman
Kabupaten Garut – Beredar surat pernyataan Otin (50), KPM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang merupakan warga Kp.Lamping Rt.03/15 Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, yang ditayangkan di salah satu media online bahwa uangnya yang ada di ATM BPNT hilang saat akan dicairkan untuk pengambilan Sembako di agen (ada yang mencairkan).
Namun belakangan, Otin telah membuat pernyataan bahwa pemberitaan tersebut adalah hoax, dia mengaku ada yang menyuruhnya untuk bicara dimedia.
Menurutnya, pemberitaan yang beredar baik berupa foto, video maupun pernyataannya tersebut diarahkan dan disuruh oleh oknum wartawan berinisial R untuk memohon bantuan kepada Presiden terkait BPNT, tandasnya
Otin mengetahui kejadian sebenarnya setelah beekonsultasi dengan pihak Bank Mandiri yang menjelaskan bahwa saldo bulan Maret dan April Otin bukan ada yang mencuri, melainkan memang belum masuk karena ada perbaikan data, sedangkan Kartu KPM nya dititipkan di agen untuk dicek, bukan untuk dikuasai oleh agen, jelasnya
“Apa yang yang saya ucapkan di media semuanya tidak benar, saya melakukan pemggesekan bukan kesalah satu agen, melainkan ke agen yang lain,” ujarnya.
Surat pernyataan yang dibuat Otin tersebut turut ditandatangani oleh beberapa agen yang ada di Desa Sindangsari sebagai saksi.













