Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Lomba Pemuda Pelopor Bedas (Bangkit Edukatif Dinamis, Agamis & Sejahtera) berhadiah Rp.22.5 juta di Kabupaten Bandung yang diselenggarakan Dispora Kabupaten Bandung jadi perbincangan netizen dan peserta lomba. Mereka bertanya mulai dari keterlambatan mengupload info lombanya dan keterbukaaan siapa finalisnya. Sudah semestinya panitia harus merespon cepat menjelaskan ke publik, saat programnya diminati dan dipertanyakaan publik.
Satu dari para peserta lomba tersebut. Sudah mempersiapkan syarat pas foto, SKCK, dan berkas lainnya yang otomatis mengeluarkan biaya dan waktu. Menurutnya pada tanggal 26 mei, sesuai agenda harusnya kita sebagai peserta mendapatkan hak untuk mengetahui siapa saja pemenangnya dan apa dasarnya sehingga terpilih atau lolos seleksi untuk menjadi pemenang. Agar kita bisa mengambil inspirasi darinya. Ucapnya kepada koransinarpagijuara.com (27/5/2021)
Di website Dispora tidak ada pengumuman hasil tentang lomba itu dan saat ditanya panitia hanya memberikan kabar japri kepada peserta pemenang saja ? … ungkapnya sambil mempertanyakan tentang keterbukaan panitia lomba

Selain itu juga netizen milenial meragukan informasi yang beredar di media sosial. Karena batas akhir pengumpulan syarat perlombaan tanggal 24, namun informasi lomba masih beredar di tanggal 27 di media sosial.
Saat koransinarpagijuara.com memberikan pertanyaan berupa klarifikasi terkait itu kepada kedua no Washapp panitia. Namun pesan washapp yang dikirim sejak pukul 12:19-16:39 wib dan diterima oleh panitia hanya dibaca saja tanpa ada balasan.
Informasi yang dihimpun media. Dikutip dari Balebandung.com, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Bandung, menyelenggarakan kegiatan Seleksi Pemuda Pelopor dengan tema, “Menyiapkan Pemuda Pelopor yang BEDAS”, di Hotel Grand Sunshine, Kamis (27/5/2021), dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang pemuda yang merupakan perwakilan dari organisasi pemuda.
Di acara tersebut, Kadispora, DR. H. Marlan Nirsyamsu, mengatakan, kalau kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya. Selanjutnya semua peserta sudah memberikan apresiasi yang luar biasa dengan banyaknya peserta yang ikut mendaftar.
Peserta sebelumnya, dikatakan Marlan, mencapai 43 orang pemuda, dan setelah dilakukan penyeleksian, jumlahnya menjadi 23 orang yang sama nantinya akan dilakukan seleksi kembali.
“Jadi yang terpilih nantinya hanya sekitar lima orang saja yang selanjutnya akan dikirimkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” katanya di lokasi saat membuka kegiatan.
Dia juga meminta kepada semua panitia berikut juri, agar saat melaksanakan tugasnya harus jujur dan adil. Tidak boleh terjadi pelanggaran.
Sementara itu, Plt Kabid Pemberdayaan Pemuda, H. Asep Rusmawan Zambo, menambahoan, kegiatan ini saat melakukan pendaftaran dilaksanakan secara daring. Sehingga semua bisa terhindar dari ancaman pandemi covid 19. Dan itu merupakan cara dalam menerapkan Protokol Kesehatan.
“Bagi yang lulus seleksi itu bisa memenuhi kriteria, diantaranya dari aspek kriteria, aktif, inovatif, IT, Sosial Budaya, dan dinamis,” ujar dia
