Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung )-, Dinas Pendidikan Jawa Barat hampir satu tahun lebih dipimpin oleh H. Dedi Supandi , S.STP., M.Si. Jejak program kerjanya hingga kebijakan khusus untuk kemajuan pendidikan di Jawa Barat, telah digulirkan dengan harmonis dan sinergis. Sehingga mudah diterima oleh mereka yang dipimpinnya, mitra kerja dinas, lembaga pendidikan dan tokoh pendidikan di daerah.
Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jabar, Iwan Harmawan mengungkapkan diawal pelantikan saudara Dedi Sopandi sebagai Kadisdik di Jawa Barat menolak keras kehadiran beliau menjadi kadisdik. Karena beliau tidak memiliki latar belakang dari LPTK atau Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Maka diberbagai media ada penyampaian FAGI Jabar melakukan penolakan, ungkapnya
Namun beliau setelah menjadi Kadisdik ternyata dengan besar hati, beliau banyak berkonsultasi berdiskusi dengan FAGI dan akhirnya FAGI pun memberikan berbagai masukan Kepada beliau. Bagaimana upaya meningkatkan pendidikan di Jawa Barat dan alhamdulillah beberapa gagasan dari FAGI diakomodir oleh beliau dan itulah kelebihannya. Jika dibanding dengan Kadisdik yang lainnya. Dengan adanya suatu bentuk apresiasi terhadap gagasan-gagasan guru, khususnya kepada FAGI. Akhirnya kami bisa bekerjasama.
Diantara keberhasilan yang sudah berjalan diantaranya saat FAGI mengusulkan agar guru-guru yang sudah bersertifikasi pendidik di sekolah-sekolah negeri, segera mendapat SK gubernur yang merupakan persyaratan. Jika dapat SKnya, dia akan dapat tunjangan profesi, itu bertahun-tahun tidak terwujud. Kadang mereka tidak dapat tidur memikirkan itu. Namun melalui Pak Dedi, akhirnya mereka dapat dan sekarang mereka sudah pada dapat tunjangan profesi guru yaitu untuk tahun kemarin mereka dapat 1, selain itu ya. Beberapa prestasi lainnya salah satu diantaranya ada gerakan-gerakan untuk meningkatkan pendidikan diantaranya bagaimana menjangkau siswa yang terkendala akses perangkat belajar.
Melalui tablet pinjam pakai yang dibagikan ke beberapa siswa di Jawa Barat yang sangat memerlukan dan banyak lagi program-program lainnya. Namun yang pasti bahwa beliau lebih banyak berkolaborasi bekerjasama dengan Stake Holder pendidikan. Sehingga kita akan lebih nyaman termasuk di antaranya terkait dengan PPDB 2021, tidak seheboh tahun-tahun sebelumnya. Karena ada beberapa strategi yang dilakukan beliau, sehingga pada akhirnya kadis dan kepala sekolah aman, orang tua aspirasinya terakomodir dan yang tidak mampu bisa disalurkan sekolah swasta yang nantinya akan dibiayai oleh pemerintah.
Selanjutnya yang diharapan saya untuk beliau kedepannya dilanjutkan bentuk integrasi dengan para praktisi para aktivis pendidikan. Sehingga tidak merasa bahwa Kadis itu super power. Bagaikan supermen yang dapat melalukan segala sesuatu. Tanpa ada kolaborasi dengan lingkungan masyarakat pendidikan dan kami dan teman-teman aktivis buruh, aktivis ormas LSM juga aktivis lainnya. Kami senang dengan kondisi saati ini. Walaupun tidak berlatar belakang LPTK, tapi yang penting peduli pendidikan dan mau mendengar. Itu catatan kami satu tahun saudara Dedi Sopandi menjadi Kadisdik Jawa Barat. Terus masih banyak prestasi lainya, silahkan dicari ada di google, saya lupa. Tambahkan saja prestasi lainya dengan sumber media masa, ungkapnya













