Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Cimahi)-, Dalam masa pandemi covid19 yang hampir 2 tahun banyak warga negara Indonesia yang terpapar virus tersebut. Seperti halnya yang dialami, Rinda Ispandari mahasiswi jurusan pendidikan bahasa Inggris semester V, kelas karyawan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi Kota Cimahi.
Sebagai mahasiswi yang memiliki kesibukan aktifitas di kota besar, Rinda Ispandari rentan terpapar covid19, karena setiap kesibukan hariannya sering bertemu banyak orang di tempat kerja atau bahkan ditempat kuliah. Dirinya selain sibuk sebagai mahasiswa, juga sibuk menjadi kasir atau karyawan di super market di Bandung. Lalu seperti apa kondisinya setelah terpapar virus covid19 ?…
Jurnalis rubrik khusus “Ruang Publik Koran Sinar Pagi”, berupaya mewawancarai langsung di Rumah Makan Nelongso, Jl. Kopo Sayati No.161, Sayati, Kecamatan Margahayu, Bandung, Mari simak interaktif dari kisahnya:
Awal mula terpapar virus covid19 sejak kapan dan apa perkiraan penyebabnya?…
Awalnya, kemungkinan dari temen, namanya Febi. Dia itu sudah mengikuti test sweb masal saat kasus covid19 meningkat. Namun tidak memberitahukan tentang hasilnya kepada temen-temen deketnya. Mungkin dari sana, saat saya bersentuhan dengannya, ternyata Dia sedang terpapar virus covid19.
Bagaimana penangannya sampai penyembuhan?…
Setelah ada gejala, saya ditest swab dan hasilnya positif covid19. Dari analis medis itu, saya mendapatkan perwatan dan pengobatan sebagai upaya pemulihan. Kurang lebih hampir 2 minggu, akhirnya Alhamdulillah sembuh.
Seperti apa sikap lingkungan kepada Rinda yang sedang terpapar covid19 dan saat ini setelah sembuh?…
Alhamdulillah ada keluarga dan teman dekat yang peduli dan memperhartikan kondisi secara berkala. Keluarga sangat membantu dalam masa karantina, memberi dukungan moril dan sesekali membantu menyiapkan makanan, bahkan teman juga banyak yang memberi motivasi agar optimis lekas sembuh kembali. Dan saat ini temen-temen sudah bersikap seperti biasa saat saya sudah dinyatakan sembuh.
Gejala apa yang paling dirasa saat mengalami atau dinyatakan covid19?…
Kondisi tubuh panas dingin, mudah merasa kedinginan, tenggorokan panas atau tidak stabil, sakit kepala ringan, indra penciuman tidak maksimal berfungsi, indra perasa kurang optimal, badan lemas dan sulit tidur di malam hari.
Saat ini apakah sudah divaksin covid19, bagaimana rasanya dan apa alasan utama memilih divaksin, lalu syarat apa saja yang dibutuhkan sebelum divaksin bagi peserta yang sempat terpapar virus covid19?…
Sudah vaksinasi di tempat vaksinasi tedekat. Alasan utama perlu divaksin, selain untuk kesehatan atau daya tahan imunitas tubuh, divaksinasi juga sebagai syarat masuk kembali ke tempat kerja. Selain itu kartu vaksin merupakan data untuk syarat berpergian, karena sekarang kemana-mana butuh bukti sertifikat vaksin dari aplikasi peduli lindungi.
Selanjutnya perihal syarat sebagai peserta untuk mengikuti vaksin dosis sinovac bagi yang sempat terpapar covid19, tidak banyak syaratnya, cukup membawa kartu tanda penduduk atau KTP. Lalu dites cek up medis sebelum disuntik vaksin. Dan proses vaksinasi yang diberikan pemerintah itu tidak harus bayar.
Saya ucapkan terimakasih kepada teman saya yang sempat memberikan informasi tentang tempat vaksinasi terdekat dan sebelumnya yang mengantar untuk pengobatan saat mengalami penurunan daya tahan tubuh karena virus covid19.
Dan Alhamdulillah juga saat libur tetap dibayar kantor tempat saya bekerja. Sedangkan untuk kuliah tetap dapat berlangsung secara online, padahal waktu itu sedang sakit panas dan patah hati, tapi harus menyelesaikan tugas membuat jurnal. Semuanya tetap dapat terlaksana.
