479 Kepala Sekolah Diarahkan Fokus Protokol Kesehatan dan 4 Capaian Pendidikan

0
264

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Pelantikan kepala sekolah di Jawa Barat berlangsung dengan protokol kesehatan. Dari total 479 kepala sekolah hanya 5 orang yang dilantik secara tatap muka di lokasi Gedung Sate Kota Bandung. Sisanya mengikuti pelantikan secara online. Pada acara pelantikan tersebut Gubernur Jabar mengingatkan para kepala sekolah agar aktif menerapkan protokol kesehatan di lingkungannya dan tetap fokus mendidik generasi bangsa.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan dunia pendidikan saat ini mengalami banyak tantangan karena berhadapan dengan dua disrupsi sekaligus, yakni disrupsi revolusi industri 4.0 dan Covid-19. “Sehingga, kepala sekolah harus mampu melatih anak-anak menjadi generasi yang paham revolusi 4.0. Dikenalkan dengan deskripsi kerja yang dinamis dan penuh tantangan sehingga bisa memaksimalkan potensinya,” pesannya.

Sedangkan disrupsi Covid-19, tambahnya, menekankan penitngnya menjaga kesehatan.

Gubernur menegaskan, tujuan akhir pendidikan ada 4, yakni menciptakan generasi dengan fisik yang sehat, otak cerdas, berkarakter, dan rajin beribadah.

Untuk mewujudkan semua itu pentingnya menjaga kesehatan dari diri sendiri hingga anak-anak atau murid kita, orang tuanya di lingkungannya sampai ke lingkungan sekolah. Kita sudah melihat tidak mudah mengendalikan Jawa Barat dari covid19. Dari data yang ada Jabar kehilangan 14.000 warganya meninggal dan 200an orang tenaga medis atau pahlawan kesehatan meninggal.

Oleh karena itu jangan sampai terjadi banyak hal-hal seperti ini terulang kembali khusus di lingkungan pendidikan. Oleh karenanya para pengawas hingga kepala sekolah, saya titipkan pelantikan anda yang semua berlangsung dalam suasana pandemi ini yang belum dinyatakan selesai pandemi. Walaupun memang surut, tapi belum selesai. Oleh karenanya protokol kesehatan sepulang dari sini harus segera dimaksimalkan.

Bagaimana anak-anak saat ini yang banyak tidak bertemu secara fisik itu mengalami kendala-kendala psikologis yang harus kita selesaikan. Dan ingat sekolah itu adalah gerakan, kalau namanya gerakan semua pihak harus terlibat. Sehingga kepala sekolah harus proaktif mengajak lingkungan sekitar mengajak semuanya untuk ikut berpartisipasi melakukan kegiatan. Karena semua tempat adalah sekolah atau tempat belajar manusia.