Pewarta: Dwi Arifin / Deni HM
Koran SINAR PAGI (Bandung Barat)-, Pemerintah pusat telah membatalkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia saat libur Natal dan tahun baru (Nataru). Tapi di Kabupaten Bandung Barat pengetatan di semua objek wisata di Kabupaten Bandung Barat bakal tetap diberlakukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, keputusan tersebut diambil karena pihaknya tidak ingin ada klaster baru ataupun hal-hal yang tidak diinginkan. “Terkait wisata kita sudah rapat di internal, apapun levelnya mau level 3 ataupun tetap level 2, kita sudah rencanakan Pembatasan itu tetap kita lakukan. Itu mengingat objek wisata di Lembang ada kemungkinan akan diserbu oleh wisatawan ketika libur Natal dan Tahun Baru nanti. ” ujar Plt. Bupati Bandung Barat
Selain menginstruksikan petugas Dishub, Satpol PP, BPBD, dan Dinkes siaga di tempat-tempat melakukan monitoring. Para pelaku dan owner objek wisata juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi bagi wisatawan yang hendak masuk ke objek wisata, supaya trackingnya lebih mudah.
Sebagai upaya antisipasi masuknya varian baru virus omricon Pemkab Bandung Barat memperketat protokol kesehatan sejumlah tempat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menjelaskan, pihaknya bakal melakukan pembatasan pengunjung di area wisata untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19.
Nantinya, kata Hengki, kunjungan wisatawan di objek wisata Bandung Barat saat libur Nataru ini akan dibatasi 25 hingga 50 persen.
Kita bakal mendorong tempat wisata untuk selalu menggunakan aplikasi lindungi, Kunci utama adalah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan disiplin 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun dan mengurangi mobilitas serta yang lainnya” ujar Hengki.
Menjelang akhir tahun, terutama untuk mengantisipasi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akan kembali menggenjot Vaksinasi Covid-19.
Hal itu dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kekebalan komunitas atau herd immunity bagi seluruh masyarakat Bandung Barat. Berdasarkan data Pemkab Bandung Barat, hingga saat ini, capaian Vaksinasi di wilayahnya sudah mencapai 73 persen.
Sedangkan target vaksinasi menjelang akhir tahun dan dalam rangka mengantisipasi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan kembali menggenjot vaksinasi Covid-19 agar terwujud Herd Imunity bagi seluruh masyarakatnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Pemda, hingga saat ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Bandung Barat sudah mencapai 73 persen. Meski masih terjadi ketidak sesuaian data dengan yang dimiliki KPC PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional).
“Kita akan kembali genjot vaksinasi sebagai upaya antisipasi gelombang ke-3 Covid-19 yang diprediksi akan terjadi pada puncak libur Nataru nanti. Kita akan panasin lagi “mesin”-nya agar capaian vaksinasi diakhir tahun ini bisa mencapai 90 persen,” tegas Plt. Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan saat rapat koordinasi percepatan vaksinasi di Kota Baru Parahyangan
Hengki juga menyoroti masih adanya daerah-daerah tertentu yang menganggap vaksin haram. Hal ini merupakan tugas bersama agar bisa didapatkan solusi terbaik. Tentu dengan melibatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat secara langsung untuk melakukan edukasi.
“Saya menghimbau para camat dan seluruh aparat kewilayahan untuk berinovasi dengan seluruh stakeholder agar diperoleh formula tertentu. Sehingga masyarakat tidak takut lagi untuk divaksin,” terangnya.
