Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Sebagai langkah antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan fokus pada pengamanan kawasan obyek wisata, karena dikhawatirkan sebaran Covid-19 berasal dari kerumunan yang berpotensi terjadi di kawasan tersebut.
“Sudah jadi kesepakatan kami di Jawa Barat, bahwa momen Natal dan Tahun Baru 2021 menjadi pokok pengawasan untuk obyek wisata, karena dikhawatirkan penyebaran Covid-19 berasal dari kerumunan disana,” katanya, saat ditemui awak media usai menghadiri penandatanganan MoU Pemberdayaan Masyarakat antara SCG dengan 5 (lima) Pemerintah Desa disekitar lokasi perusahaan semen tersebut, Selasa (14/12/2021).
Terkait hal tersebut, Marwan menghimbau masyarakat yang hendak berwisata pada momen Nataru, untuk berwisata di obyek wisata yang berada disekitar mereka tinggal.
Marwan mengaku tidak ingin akibat penyekatan yang dilakukan sebagai langkah antisiapasi sebaran Covid-19 akan menganggu perekonomian di Kabupaten Sukabumi.
“Tapi, kami juga tidak ingin perekonomian di Kabupaten Sukabumi akan terganggu dengan dilakukannya penyekatan, makanya, wisatawan lokal tetap berjalan,” ucapnya.
Dikatakan, walaupun ada penyekatan, peluang warga untuk mengunjungi keluarga tetap diperbolehkan, dengan syarat harus menunjukan bukti 2 x vaksinasi dan swab antigen.
“Selain syarat itu, ketika ada yang ingin melintas batas untuk mengunjungi keluarga, petugas akan menghubungi pihak keluarga yang bersangkutan lewat sambungan telepon untuk memastikan bahwa itu benar keluarganya,” tambahnya
Selanjutnya terkait upaya pencapaian target 70% vaksinasi di akhir Tahun 2021, Marwan menegaskan, pihaknya terus menggenjot vaksinasi hingga ke daerah – daerah terpencil.
“Selain digebyarkan pada setiap hari Sabtu dan Minggu bersama tim dari TNI-Polri, vaksinasi harian pun terus dilakukan,” jelasnya.
Disebutkan, saat ini persentase vaksinasi di Kab.Sukabumi sudah mencapai 62% lebih, sehingga pihaknya mengaku optimis target 70% sesuai yang ditargetkan secara nasional bisa tercapai dan Kab.Sukabumi bisa masuk pada Level 1.
Namun demikian, lanjut Marwan, penetapan level I ataupun II bukan jaminan akan aman dari sebaran Covid-19, “Yang jelas kita tetap berusaha untuk bisa memenuhi target 70% sesuai target nasional,” tandasnya.
Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan walaupun Kabupaten Sukabumi sudah berada di level 2, “Tetap pakai masker, jauhi kerumunan, dan batasi mobiltas, kita tidak boleh lengah, karena pandemi masih berlangsung, bahkan sekarang ada varian baru,” tutupnya.













