Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Saat pendidikan tatap muka diberlakukan para pelajar mulai memasuki ruang sekolahnya. Kurang lebih hampir satu semester mereka belajar secara bergiliran di dalam kelas langsung bersama gurunya. Lalu seperti apa kondisi protokol kesehatan di lingkungannya selama ini?…
Ketua Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Mualif mengungkapkan dari beberapa sekolah yang dikunjungi terlihat masih banyak siswa yang mengabaikan protokol kesehatan. Misalnya saat jam berangkat sekolah, waktu istirahat saat proses belajar dan jam pulang sekolah, mereka melepas maskernya dan tidak menjaga jarak antara siswa, ungkapnya
Yang menarik itu saat kita kunjungan ke sekolah dan melakukan pemotretan kondisi lingkungan sekolah saat pendidikan tatap muka. Mereka kelihatan takut saat difoto-foto oleh wartawan dalam keadaan sedang tidak memakai masker. Sehingga mereka tiba-tiba langsung memakai maskernya. Padahal seharusnya tidak seperti itu dalam upaya menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan, ucapnya
Maka sudah semestinya para guru senantiasa mengarahkan dan mengingatkan tentang kondisi pandemi yang belum berakhir ini. Agar tidak ada peningkatan kasus lagi. Apalagi ada kabar virus-virus baru yang diprediksi berdatangan ke antar negara.
Kalau dicermati dari standarisasi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, cuci tangan semuanya itu masih banyak yang terlanggar. Kalau perihal cuci tangan rutin mungkin karena fasilitas tempat cuci tangan tidak ada atau tidak terawat, saat sabun atau airnya habis, lalu dibiarkan begitu saja. Sedangkan perihal memakai masker kelihatnnya banyak yang merasa tidak nyaman, padahal hal itu baik diterapkan menghadapi kondisi seperti ini. Dan dalam upaya kedisiplinan menjaga jarak, mereka lebih memilih cenderung untuk berkerumun, karena merasa covid19 ini tidak ada di sekitarnya.
