Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr.Rika Fitrianingsih menyebutkan, terjadinya peningkatan jumlah kasus Covid-19 menunjukan sebuah gejala masuk pada gelombang ke 3 (tiga) Covid-19.
“Peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi saat ini, termasuk di Kota Sukabumi, menunjukan bahwa kita sudah masuk dalam gelombang 3 Covid-19, karena dari laporan kasus setiap hari, sudah dua kali dari laporan kasus berikutnya,” katanya kepada awak media usai menghadiri penyerahan hibah ambulans dari Pemkot.Sukabumi untuk Lapas Kelas IIB Sukabumi sekaligus monitoring vaksinasi untuk warga binaan, Selasa (08/02/2022).
Selain itu, lanjutnya sudah ditemukan juga klaster – klaster, walaupun masih dalam kelompok kecil, serta adanya peningkatan perawatan di rumah sakit – rumah sakit.
Diungkapkan, penambahan kasus di Kota Sukabumi hingga Senin (07/02/2022) jumlahnya terbilang cukup banyak, yakni mencapai 99 kasus.
“Sebenernya kita tidak perlu lagi terkaget – kaget dengan peningkatan jumlah kasus yang terjadi, karena ini sudah merupakan salah satu ciri omicron mulai merebak, walaupun yang terconform omicron baru satu, sementara yang lainnya masih dalam pemeriksaan, karena untuk mengetahui hasilnya cukup lama bisa sampai 14 hari, kadang pasiennya sudah sembuh, hasilnya baru keluar,” katanya.
Namun demikian, sebagai langkah antisipasi, Kadinkes Kota Sukabumi meminta masyarakat untuk selalu waspada dan tetap menjaga protokol kesehatan.
Menurutya, satu kasus omicron yang ditemukan di Kota Sukabumi berasal dari pelaku perjalan.
Disebutkan, Kota Sukabumi saat ini punya 326 cadangan tempat tidur (BOR) yang tersebar di seluruh rumah sakit dan Isoter di Gedung Korpri, “Sampai saat ini BOR kita masih bagus, sekitar 8%,” ujarnya.













