Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Bantuan Pemerintah Kota Bandung kepada calon peserta didik RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) di sekolah swasta yang mencapai Rp. 28.792.400.000. Khusus siswa yang terdiri dari siswa di SMA swasta untuk mendapatkan Rp.7.578.000.000. Dan siswa rawan melanjutkan pendidikan SMK swasta di kota Bandung berjumlah Rp.21.214.400.000. Pada tahun 2021, bantuan tersebut sudah tersalurkan ke sekolah yang mengajukan dengan peruntukan biaya operasional, SMA : Rp.1.500.000, sedangkan SMK : Rp.1.600.000 setiap siswanya.
Maksud dari bantuan sosial siswa rawan melanjutkan pendidikan SMA SMK swasta di kota Bandung melalui bantuan keuangan dari pemerintah kota Bandung kepada pemerintah provinsi. Bertujuan untuk membantu pendanaan biaya operasional dan non personal peserta didik untuk meringankan beban biaya operasional Sekolah, bagi peserta didik kurang mampu pada sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kelancaran proses belajar di sekolah.
Kepala SMK Budaya Bangsa Kota Bandung, Ir. Asep Ali Basah S.Pd, M.M mengungkapkan setelah tersalurkannya bantuan tersebut sesuai dengan Pergub No.13 tahun 2021, saya mengucapkan syukur. Karena sekolah kami, sekolah yang betul-betul tidak memungut SPP dan DSP, sehingga dengan adanya bantuan ini sangat terbantu. Bantuannya sudah dimanfaatkan sesuai peruntukan bantuan hibah ini adalah untuk sekolah menggunakan anggaran tersebut sebagai biaya operasional sekolah, untuk pengadaan sarana prasarana dan kebutuhan lainnya, ungkapnya saat diwawancara bersama media cetak dan online di ruang kerjanya (8/2/2022)
Sebagai Ketua Forum SMK Swasta Kota Bandung, kami berharap mudah-mudahan kedepannya ada kenaikan atau tetap seperti dulu jumlahnya 2 juta setiap siswanya. Kalau yang kemarin cair itu ada penurunan jadi Rp.1.600.000. Bantuan ini sangat membantu sekolah, karena sekolah-sekolah swasta tidak akan bisa maju tanpa dukungan anggaran dari pemerintah.
Dan khusus sekolah ini kebetulan mengurus anak-anak yang kurang mampu, perlu bantuan dari pemerintah. Mereka anak-anak Kota Bandung yang perlu kita bantu. Saya berharap kepada pemerintah kota Bandung untuk tahun anggaran 2022 dapat menyalurkan bantuannya lagi. Setelah profosal pengajuan bantuannya masuk ke dinas.
Menurutnya dengan adanya bantuan RMP dan dibukanya pendidikan tatap muka. Sekolah dapat lebih maksimal saat mengajarkan praktek atau kompetensi keahlian siswa. Karena saat pandemi sekolah tidak boleh melaksanakan pembelajaran praktek secara langsung, sehingga hilang proses pembelajaran kompetensi siswa yang seharusnya diperoleh melalui belajar praktek di sekolah. Maka dengan siswa saat ini diijinkan kembali masuk ke sekolah. Kami targetkan mereka dapat praktek dengan benar dan memuaskan prakteknya, sesuai jurusannya rekayasa perangkat lunak, teknik komputer jaringan, multimedia dan teknik bisnis sepeda motor. Dengan sarana yang memadai karena didukung anggaran-anggaran bantuan dari pemerintah yang sangat dibutuhkan sekolah.
Asep Ali Basah juga menerangkan siswa yang sekolah di SMK Budaya Bangsa, mereka sekolah gratis, tidak ada pungutan SPP atau DSP. Dan perihal bantuan RMP tahun 2021 yang jumlahnya Rp. 259 juta, sudah digunakan untuk membiayai oprasional sekolah, lalu membangun sarana sekolah dan pengadaan buku panduan belajar siswa.













