Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Praktisi Pendidikan)
Sejumlah orang mengatakan sehat itu no 1. Sehat diatas semua hal yang utama dalam hidup manusia. Katanya demikian. Sehat menjadi buruan semua orang namun kadang pola hidup seseorang atau setiap orang kadang berpunggungan dengan pola sehat seharusnya.
Orang yang sering ML akan lebih sehat hidupnya. Hidup yang jarang ML akan bermasalah. Dapat dipastikan orang yang selalu ML maka kehidupannya akan jauh lebih harmonis, sejahtera dan sehat.
Mengapa ML membuat manusia lebih sehat dan harmoni ? Karena ML adalah “basic instinct” seorang manusia yang Allah, Tuhan yang maha Esa ciptakan. Nikmat hidup yang terbaik bukan karena jabatan, tahta, kendaraan dan rumah bagai istana atau sawah dan tanah yang luas.
Kesehatan dan nikmat hidup identik dengan apakah kita bisa selalu ML secara konsisten atau tidak ? Apakah kita pelaku ML yang baik atau “impoten” dan tak peduli ? Sungguh akan sangat merugi orang-orang yang mengabaikan ML.
Allah, Tuhan yang maha Esa tidak sembarangan membuat sebuah “perangkat” dalam tubuh kita. Perangkat ini adalah asbab hidup sehat atau tersesat. Bila perangkat lunak ini dimanfaatkan dengan baik, maka hidup akan lebih wow dan bahagia.
Ya, perangkat lunak itu adalah hati. Hati kita. KH Aa Gym mengatakan, “Jagalah Hati Jangan Kau Kotori”. Ia adalah lentera hidup. Dari hati maka ada ML (Melayani Lillah). Ya, ML adalah Melayani dengan Lillah. Lillah lah dalam segala hal.
Bila dalam segala hal tidak Lillah atau lilman, lildunia, lilnafsu maka segalanya akan jadi masalah. Sering ML atau sering “Melayani Lillah” dalam hidup keseharian kita maka hidup akan sangat-sangat sehat.
Mau hidup sehat lakukan ML sesering seringnya. Bukan hanya menjelang hari Jumat karena hari sakral, namun setiap hari ML lah dengan baik dalam segala hal. Memang tak mudah namun selalu mencoba. Jadikan kebiasan ML sebagai giat harian.











