Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Praktisi Pendidikan)
BPS merilis sejumlah daerah terbahagia dan ter tak bahagia. Jawa Barat Banten termasuk 5 besar wilayah ter tak bahagia. Kalah jauh sama Kalimantan Utara. Ahaa, benarkah demikian ? Ini sebuah kritik bagi masyarakat Jawa Barat Banten agar meningkatkan kebahagiaan hidup.
Apakah rakyat Jawa Barat Banten kurang Tasyakur, Tafakur dan Muhasabah ? Padahal hidup di Jawa Barat dan Banten itu banyak fasilitas yang bisa membahagiakan bila kita manfaatkan.
Betul ada pepatah yang mengatakan, “Bukan dimana kita tinggal yang membuat kita bahagia melainkan dimana dan bagaiman hati kita”.
Jawa Barat – Banten rakyatnya tak bahagia versi BPS. Diantaranya dilihat dari perasaan dan bagaimana memaknai hidup. Kalau kita lihat faktanya khusus di Jawa Barat termasuk paling banyak sekolahan, pesantren dan perguruan tinggi. Bahkan banyak tempat hiburan. Kok kalah bahagia sama Kalimatan Utara ?
Sekali lagi urusan bahagia terkait hati dan pikiran kita bukan hanya tempat tinggal. Kalau hati selalu nyinyir dan terlalu memendam kecewa karena politik, cinta dan hal lainnya maka akan tak bahagia. Akan lebih menarik lagi bila survai terkait daerah paling nyinyir pada pemerintah, daerah mana ?
Semoga masyarakat Jawa Barat terus membaik indeks kebahagiaan dan kesejahteraanya. Bisa jadi tahun 2024 ketika rakyat Jawa Barat punya idola Presiden baru akan lebih bahagia.
Untuk dua kali Pilpres mayoritas rakyat Jawa Barat dan Banten kecewa. Terbukti Jabar dan Banten masuk pula dalam provinsi paling tidak bahagia.
Jejak digital dan narasi kolektif rakyat Jabar Banten bisa dilihat di dunia maya. Bahkan beberapa video viral yang terlihat ekspresi prustatif berasal dari Jabar Banten. Semoga Jabar Banten kelak bisa menjadi daerah terbahagia sebagaimana daerah lainnya.
Hidup sukses itu kejarannya sehat dan bahagia. Ketika indeks kebahagiaan menurun artinya hidup menjauh dari sukses. Bila kita banyak berpikir positif dan tidak nyinyiran tentu hidup akan lebih bahagia. Jauhi halu dan espektasi terlalu tinggi bahaya ketika tak kesampaian. Harus banyak piknik dan belajar menerima realitas yang tak sesuai harapan. Sabar, hidup adalah ujian











