Oleh: Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)
Dinamika terkait hadirnya PSP (Program Sekolah Penggerak) mengemuka pasca Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristek. Pro kontra dan apresiasi pun bermunculan. Tulisan berikut khusus Saya sajikan merangkum sejumlah pendidik yang berkomentar positif terkait PSP.
Narasi pertama dari Neneng Fitri Ekasari, M.Pd Kepala SLB Cahaya Gemilang Pertiwi Kab.Cianjur. Beliau badalah kepala sekolah pembelajar dan punya semangat 45 dalam membangun sekolah. Hadirnya PSP baginya adalah sebuah peluang terbaik untuk terus bergerak, bergeliat memajukan layanan pendidikan di level SLB.
Ia mengatakan, “Terimakasih Pak Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim telah menggulirkan Program Sekolah Penggerak. Bagi kami sekolah kecil yang berada di pinggiran sungguh sangat luar biasa dampaknya. PSP betul-betul menjadi “daya ungkit” sumber daya potensial yang ada di sekolah kami”.
Tak kalah apresiatif, adalah Azfa Azami Usman, S.Pd, Kepala SLB Al Azami Cianjur. Ia mengatakan, “Terimakasih Pak Nadiem Anwar Makarim (Mendikbud Ristek) atas Program Sekolah Penggerak yang dapat mendorong dan mendukung sekolah kami sehingga bisa menjadi sekolah yang memiliki identitas kuat, menjadi sekolah yang terus berkembang sesuai dengan kemampuan kami. Serentak bergerak, semangat berkarya.
Selanjutnya adalah Henny B.A Kiriweno, S.Pd. dari SLB Paulus Tomohon-Propinsi Sulawesi Utara. Ia mengatakan, “Menjadi Sekolah Penggerak merupakan momentum emas untuk menggerakkan sekolah yang saya pimpin dalam mengimplementasi ide-ide cerdas dan tulus yang selalu hadir dalam hati dan pikiran saya dan para guru.
Ia pun mengatakan, “Sekolah tentunya diarahakan pada terwujudnya profil pelajar Pancasila dan terfokus pada melayani peserta didik berkebutuhan khusus, sesuai kemampuan dan kebutuhan mereka. Sehingga sekolah terbangun iklim kerja yang dinamis dan selalu bergerak, dan tergerak melakasanakan setiap projek dan program secara optimal. Salam Bahagia”.
Ada lagi komentar dari Sutarko, S Pd., MM.Pd., Kepala SD Negeri Cipetir 01 Kab. Cianjur. Ia mengatakan, “Terimakasih Pak Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim telah menggulirkan Program Sekolah Penggerak. Sekolah penggerak merupakan daya tarik bagi peserta didik, orang tua dan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya dengan Kurikulum Merdeka Belajar”
Ia pun mengatakan, “Bagi kami sekolah yang berada di daerah sungguh sangat luar biasa dampak hadirnya PSP. PSP betul-betul menjadi daya tarik dan daya jual sumber daya potensial yang ada di sekolah kami”. Baginya hadirnya PSP telah memberi kekuatan dan daya jual sekolah bagi publik. Sekolah semakin dipercaya dan diminati, nampaknya demikian.
Tak kalah apresiatif, adalah Suharni, S.Pd.I. Bahkan Ia menulis surat terbuka kepada Mendikbud Ristek. Dalam suratnya Ia menuliskan, “Yth.Pak Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim. Terimakasih sekali telah menggulirkan Program Bekolah Penggerak .Program ini sangat kami rasakan besar manfaatnya sekali dalam menggembangkan Pendidikan di SLB kami yang berada di wilayah pedesaan / pegunungan. Dengan program sekolah penggerak yang berwawasan pada lingkungan dan kondisi wilayah.
Paragraf selanjutnya tertulis “Dengan program sekolah penggerak ini memberikan wawasan yang luas dalam peningkatan pembelajaran terutama setelah ditetapkannya proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Sekolah yang memberikan kebebasan belajar dari lingkungan memberikan kegembiraan bagi semua warga sekolah sehingga mampu mengembangkan bakat, minat dan potensi yang sesuai dengan anak’.
Paragraf selanjutnya tertulis “Sekarang semakin luas pemahaman pembelajaran diluar kelas dibanding dalam kelas. Dan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila mampu memberikan bekal kemandirian dalam berkarya bagi anak anak berkebutuhan khusus disekolah kami.Terima kasih sekali lagi kepada Mas Nadiem”. Surat terbuka yang sangat optimistik.
Sementara itu Sri Winarsih.S.Pd., Kepala SLB B-C Bina Karya Insani Jakarta Timur DKI Jakarta mengatakan, “Alhamdulillah hirobbilalamin. Terimakasih Bapak Nadim Makarim atas penetapan sekolah kami sebagai sekolah penggerak angkatan 1. Walaupun di tengah hiruk pikuk keramaian ibukota Jakarta’.
Ia mengatakan, “Sekolah kami minimalis berada di tengah pemukiman warga syarat dengan keragaman budaya, agama, profesi dan ekonomi, kami bersyukur dengan PSP ini dapat berkontribusi dalam masyarakat untuk aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari bersama anak istimewa dan masyarakat sekitar untuk kemajuan dan perubahan”.
Reni Sukwatiniawati. MPd, Kepala SLB Ngamprah Raya, Kab Bandung Barat, Jawa Barat. Mengatakan, “Terima Kasih Pak Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan PSP (Program Sekolah Penggerak) nya Sekolah Biasa menjadi Luar Biasa. Merubah siswa, guru menjadi kreatif inovatif dan “Melek digitalisasi”. Semangat berjuang untuk perubahan.
Cucu Saryati, S.Pd., Kepala SLB ABC Bina Bangsa Cianjur. Dalam syukurnya Ia berkata, “Alhamdulillah sekolah kami terpilih menjadi sekolah penggerak, sehingga sekolah kami menjadi lebih maju dan berkembang dibanding dengan sekolah lainnya. Terimakasih kami ucapkan kepada Pak Nadiem Anwar Makarim (Mendikbud ristek) yang sudah menyelenggarakan program sekolah penggerak. Ayo kita bergerak menuju kemajuan pendidikan”.
Titin Sulistiawati, S.Pd., Kepala SLB Ayah Bunda Kab. Bogor. Ia mengatakan, “Kami bergerak dalam keterbatasan. Lahan kecil tak menjadikan kami diam. SLB Ayah Bunda, dengan Program Sekolah Penggerak (PSP), berlari mengitari waktu dengan tekad yang kuat bahwa SLB Ayah Bunda bisa. Terima kasih bapak Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim, PSP yang bapak programkan meningkatkan kualitas kami secara menyeluruh. Kami dukung PSP dan Implementasi Kurikurum Merdeka”.
Endang Munardani, M.Pd., Kepala SLB Al-Fajri, Kab. Bogor. Mengatakan, “Kepada YTH, Bapak Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim, terima kasih telah menggulirkan Program Sekolah Penggerak. Sungguh sangat luar biasa bagi kami di SLB Al Fajri, sekolah kecil yang mulai bangkit dalam Program Sekolah Penggerak. PSP meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan pemenuhan kebutuhan bidang teknologi dan informasi menjadikan kami terus bergerak”.
Terakhir dari Wawan, M.Pd., SLBN Cicendo Kota Bandung. Ia mengatakan, “Program sekolah penggerak mendorong pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru)’.
Ia pun mengatakan, “Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran di sekolah penggerak di SLBN Cicendo menjadikan kepala sekolah memahami prinsip dan implementasi pembelajaran, memahami prinsip ekosistem sekolah dan membangun budaya positif, peran ortu sebagai pendamping dan sumber belajar, dapat mengidentifikasi pembelajaran dan memimpin proses diskusi untuk pengembangan pembelajaran yang berpusat pada murid dalam upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila di SLBN Cicendo”.
SLBN Cicendo adalah salah satu sekolah SLB terbaik di Indonesia. Para “komentator” di atas adalah pejuang layanan pendidikan yang merasa beruntung dengan adanya PSP. Mungkin dalam bahasa gaulnya serempak mereka berkata, “PSP Oke, Love Nadiem Makarim”. Mungkin dalam hati mereka berkata demikian.
Sungguh suara apresiatif entitas SLB ini menjelaskan mereka merasa beruntung dengan adanya PSP. SLB adalah sebuah layanan pendidikan yang sangat sulit, tak mudah dan sangat mulia bila dipandang dari sudut sekolah non luar biasa, misal SLTA mainstream. Sekolah Luar Biasa (SLB), memang luar biasa jasanya pada negeri ini melalui layanan pada entitas anak ABK.













