Ragam

Pawai Obor Semarakan Garut Dimalam Pergantian Tahun 1443 H – 1444 H

adminsigiku.com
×

Pawai Obor Semarakan Garut Dimalam Pergantian Tahun 1443 H – 1444 H

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut – Memperingati 1 Muharam Tahun Baru 1444 Hijriah, beberapa daerah di wilayah Kabupaten Garut menyambut dengan meriah dengan melakukan pawai obor.

Kepala Kantor Kemenag Garut, Cece Hidayat mengatakan tidak ada himbauan bagi Pawai Obor, pasalnya pawai obor sudah menjadi tradisi masyarakat muslim sebagai wujud syukur menyambut tahun baru Islam.

Namun sebagian ulama menyebutkan bahwa perayaan pawai obor tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan karena budaya tersebut merupakan budaya dari kaum yahudi.

Ketua Ponpes Annajah Asyafiiah, rd. Salahuddin Al Ayyubi mengatakan yang jelas jika dianggap api mencerminkan semangat, itu merupakan hal yang salah karena api sebenarnya merupakan gambaran nafsu dari setan serta menyerupai kepada budaya Yahudi sementara dalam Islam juga ada budaya yang lain yaitu menggelar sholawat Akbar atau memukul bedug dan berbagai macam cara yang lain yang identik dengan Islam.

“Kalau api identik dengan Majusi, Agama Yahudi yang menyembah Api, mengagumi Api,” ucapnya, Jumat (29/7/2022).

Dia menuturkan, dalam sejarah, para ulama dan wali dari zaman sahabat nabi juga tidak ada perayaan pawai obor seperti itu, hanya di Indonesia saja yang ada seperti itu. Yang menjadi pertanyaan dari mana dasarnya pawai obor tersebut. Padahal intinya Muharam itu adalah Taubat.

“Ulama-ulama terdahulu tidak pernah memberikan contoh atau fatwa cara-cara seperti itu, Justru malam ini momen buat umat Islam bertaqarub memohon ampunan dan memohon di jauhkan musibah,” tambahnya.

Dirinya menilai kejadian alam saat ini akibat dari jauhnya manusia dari berkah karena malam ini momen dimana seluruh umat, tokoh ulama untuk memohon di jauhkan dari bala ( musibah) baik musibah akhlaq maupun musibah alam.