Keterangan Foto : Ilustrasi
Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Kab. Bogor,- Menindak lanjuti berita kami di Koran Sinar Pagi sebelumnya terkait adanya dugaan temuan seputar pengembalian gaji bagi guru honorer di tingkat Sekolah Dasar Negri (SDN) kian berbuntut panjang.
Bagai mana tidak,
di ketahui sebelumnya; ketua kelompok kerja kepala sekolah (K3S) wilayah kecamatan gunung putri kabupaten bogor sebut saja ALI, mengancam wartawan “apabila masalah temuan di maksud sampai berkepanjangnan dia akan melaporkan sang kuli tinta ke Mabes Polri, dikarenakan anak saya adalah seorang penyidi. ” katanya.
Sayangnya Aku, tidak menjelaskan nama dan jabatan oknum yang di Mabes Polri tersebut, “Nanti saudara saya bawa ke Mabes biar jelas duduk permasalahanya,” tutur Ali lagi via pesan whatsapp.
Berdasarkan laporan dari oknum guru honorer SDN BOJONG NANGKA 02 yang enggan di publish namanya mengatakan, pemotongan gaji bagi guru honorer (NON PNS) terindikasi sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu. ada pun tehnisnya stelah gaji di transfer ke masing – masing guru pihak sekolah meminta dafri sebagian gaji mereka dikembalikan via bendahara sekolah atas perintah kepsek. sebagai salah satu contoh pernah terja pada SDN 06 sebelumnya, untuk menghindari jangkauan publik dan sebagai SAFETY supaya tidak menjalar akirnya kepala sekolah tersebut di roling sebagai upaya mengamankan lumbung mereka.
kejadian serupa terulang kembali, kini menimpa SDN BOJONG NANGKA 02 yang notabene masih mencakup wilayah pengawasan K3S GUNUNG PUTRI. akan tetapi selain kurang propesional dan tidak kooperatif dalam menyikapi adanya hal di maksud, sikap tendesius ketua k3s patut di pertanyakan, ada apa? apakah ada unsur yang di tunggangi kepentingan dalam pusaran pengelolaan dana BOS yang mengcover gaji bagi guru honorer di gunung putri di karnakan selain menjabat sebagai ketua K3S ia juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sdn.
Masih dengan narasumber kami yang sama, perlu di ketahui sebelum kami publish pada edisi pertama kami berupaya klarifikasi by phone, pada hari itu juga Kepala Sekolah yang bersangkutan langsung menghubungi Ketua K3S, ALI via tlp celular dihadapan sejumlah guru yang saat itu masi ada rapat kecil, singkat cerita isi percakapan mereka ” JANGAN SAMPAI ADA CELAH BISA – BISA KENA SEMUA SE KAB ” tutur narasumber kami selain menirukan juga ikut menyaksikan isi percakapan mereka kala itu…! di mana ada upaya kuat oleh k3s untuk menutupi kasus tersebut dengan segala cara dan salah satunya akan mengkoordinir seluruh guru honerer yang ada, akan di doktrin dan di arahkan menandatangani dugaan rekayasa surat pernyataan yang akan di tanda – tangani.
Artinya bagai mana agar supaya, seolah – olah hal tersebut tidak benar tuturnya, bahkan narasumber kami siap memberikan kesaksian apabila suatu saat di perlukan untuk menguak kasus supaya terang benderang. hingga sudah tiga edisi berita kami tayang,
para pihak yang berkompeten khususnya dinas pendidikan kabupaten bogor selaku leding sektor seakan – akan tutup mata meski pun sudah mengetahui permasalahan tersebut.
kami selaku lembaga sosial control akan terus mendorong tentunya lewat karya – karya jurnalistik, supa dalam waktu dekat aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas, demi penegakan supremasi hukum yang berlaku dalam pemberantasan tidak pidana korupsi di bumi tegar beriman.
Ulah cicing wae.













