Menjelang Pensiun, Kepala SMAN 17 Kota Bandung Cerita Kesederhanaan & Kejujuran

0
328

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Kepala SMAN 17 Kota Bandung, Drs. Agus Setia Mulyadi berbagi cerita pengalamannya menjelang pensiun atau purna tugas. Mulai dari organisasi guru yang dipilihnya, lalu awal terpilih menjadi kepala sekolah dan agenda setelah pensiun atau purna tugasnya.

Kepala SMAN 17 Kota Bandung, Drs. Agus Setia Mulyadi menjelaskan “sebelum menjadi kepala sekolah sempat aktif sebagai ketua di Forum Aksi Guru Indonesia dan ikut test sebagai calon kepala sekolah 3 kali sampai akhirnya ditakdirkan terpilih untuk memimpin SMAN 9 kota Bandung,”jelasnya mengawali obrolan bersama media cetak dan online di ruang kerjanya (8/26/2022)

Saat pelantikan atau serah terima jabatan, ada pesan yang terus teringat dari anak saya yang perempuan saat berbincang di ruangan kepala sekolah. “Ayah jangan sampai korupsi, karena yang akan malu atau terbawa kesan buruknya sampai ke anaknya. Nasihat itu teringat sampai sekarang menjelang purna tugas,” ucapnya

Agus menceritakan tentang tokoh idola dari kepala sekolah yang dinilai jujur dan hidup sederhana. “Ada kepala sekolah yang sama rumahnya di komplek Margahayu Raya. Itu kepala sekolah dinilai paling jujur, penilaiannya dari seseorang yang bergerak di tindak pidana korupsi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi,” katanya

Menurutnya jejak-jejak kejujuran diantaranya ialah misalnya saat dia pergi keluar kota agendanya selama 3 hari, namun 2 hari sudah selesai. Dia tidak mau menandatangani, jika belum dirubah sesuai fakta perjalanan dinas keluarnya. Lalu saat dia menikahkannya anaknya, walaupun ada kendaraan oprasional sekolahnya, dia tidak mau pakai, lebih memilih merental. Beliau juga hidupnya sederhana kendaraannya juga masih bebek merah warnanya. Integritasnya juga terlihat saat ada yang mengirimi bingkisan ke ruangannya, beliau tidak mau menerima karena sadar bukan haknya. Dari keteladan yang seperti itu penting untuk diikuti. Apalagi kebutuhan kepala sekolah yang saat ini diberikan oleh negara lebih dari cukup. Bagaimana kita saja pandai memenejmen antara kebutuhan dan keinginan gaya hidup?…

Saat ditanya tentang agenda setelah purna tugasnya, dirinya merencanakan aktif mendirikan perkumupulan, nanti deklarasinya setelah resmi purna tugas pada awal september 2022. Nama perkumpulannya yang mewadahi guru dan  aktifis pendidikan diberi nama “ Gerakan Pemerhati Kebijakan”. Selain itu juga akan mendirikan lembaga pendidikan, karena darah guru ini harus tetap dipakai untuk berjuang.

Koran SINAR PAGI Programkan 30 Menit Weekend Bersama Kadisdik Jawa Barat

52 Ribu Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar Tersebar di 349 Kampus Wilayah Jabar & Banten