Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)
Wilayah Bogor adalah sebuah wilayah di Indonesia paling unik. Diantaranya adalah wilayah dengan jumlah sekolah terbanyak di Indonesia, penduduk terpadat di Indonesia, jalur truk terpadat di dunia, angkot terpadat di dunia dan paling sering hujan.
Selain unikasi di atas ada satu unikasi literatif dari Kabupaten Bogor, yakni seorang kepala sekolah pecahkan rekor menulis tercepat menyusun buku di Indonesia. Sebagai Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia, Saya sebut entitas MKKS Kabupaten Bogor terbaik literasinya.
Adalah Taopik Iphebe, sebutan akrabnya. Seorang kepala sekolah SMAN1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berhasil menyusun buku tercepat. Dalam waktu 7 bulan mampu mencetak 6 buku terbaiknya. Ia adalah kepala sekolah yang setiap hari menulis, gatel dan masuk angin kalau tidak menulis.
Ia adalah “penulis besar”. Mengapa Saya sebut penulis besar ? Karena Ia yang terbesar dalam karya cepat. Hanya dalam waktu 7 bulan mampu melahirkan 6 buah buku terbaiknya. Khas bukunya selalu mengalir menggelitik dalam bingkai hadits dan narasi spiritual.
Suatu Saat Saya komentari Beliau. Saya katakan, “Menebar hadits dalam sebuah buku sangatlah mulia”. Ungkapan “Sampaikan walau seayat” sudah terlampaui dengan baik oleh saudara Taopik Iphebe dengan sejumlah buku dan puluhan ayat dan hadits.
Para kepala sekolah di KCD Wilayah 1 Kabupaten Bogor memang unik dan wow. Banyak penulis, banyak penyanyi, pebisnis, plus peraih juara sampai tingkat nasional. Ketika sebuah ungkapan dalam ayat suci menyatakan “Kami jadikan kehidupan dari air”. Ini kode suci.
Bogor sebagai kota hujan adalah kota kehidupan. Air adalah asbab dan asal kehidupan. Bogor adalah kota kehidupan, kota hujan, kota air. Bukankah 70 persen lebih tubuh kita pun adalah air? Bukankah asal mula hidup kita dari “lompatan” setetes air ?
Ada pula ungkapan “Di Surga banyak sungai dengan air mengalir”. Di Bogor bukan hanya sungai, hujan air pun terus turun dan mengalir. Bogor kota hujan, kota kehidupan, kota kebudayaan yang terus mengalir. Sebagaimana mengalir derasnya tulisan Taopik Iphebe bagai air literasi.











