Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP AKSI)
Satu entitas yang dihuni oleh leader dan manajer satuan pendidikan adalah Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang yang setiap hari hidup bersama guru dan anak didik. Mereka adalah Mendikbud Kecil mewakili pemerintah di satuan pendidikan.
Harmonitas Kemdikbud Ristek dan AKSI adalah sebuah teladan kolaboratif yang baik. Sangat indah melihat harmonitas, kolaborasi dan aksi DPP AKSI dibawah kepemimpinan Ketua Umum DPP AKSI Dr. Asep Tapip Yani dan Sekjen DPP AKSI Dr. (Cand.) Toto Suharya.
Dr. Asep Tapip Yani dan Dr. Toto Suharya adalah guru berprestasi, kepala sekolah berpresatsi dan keduanya penulis aktif dengan puluhan buku. Pemimpin berprestasi dibidang dan profesinya adalah syarat tak tertulis. Walau pun demikian mereka tetap kritis dan kolaboratif dengan pemerintah.
Rakernas AKSI adalah sebuah “ritual” strategis tahunan dimana entitas “Mendikbud Kecil” harus mempertanggung jawabkan peran dan pengembangan kapasitas kolektif entitas AKSI dan kepala sekolah Indonesia pada umumnya.
Bila Kaisar Jepang menanyakan berapa jumlah guru yang tersisa untuk kebangkitan Jepang pasca kalah perang maka, saat pasca pandemic dan masih membayangi pertanyaannya bisa bertransformasi jadi “Berapa Jumlah Kepala Sekolah” yang tabah, tahan banting mengelola sekolahan saan wabah?
Rakernas dan Kongres AKSI adalah bagian dari dinamika entitas kepala sekolah Indonesia. AKSI adalah sebuah organisasi murni para leader/manajer sekolahan. Satu makom, satu jabatan yang sangat berat ditangung, maka asosiasi adalah bagian dari upaya kolaborasi potensi entitas kepala sekolah dalam meningkatkan layanan mutu pendidikan sebagai pemimpin pembelajaran.
Tantangan menjadi kepala sekolah akan terus meningkat dan menguat. Era disrupsi dan era modus para pihak eksternal sekolahan akan membuat entitas kepala sekolah tertantang. Perlu peningkatan kapasitas (kompetensi), kolaborasi dan daya lindung profesi lebih baik.
Rakernas AKSI adalah diantara upaya organisasi dalam meningkatkan kekompakan, kekuatan dan peningkatan kapasitas kepala sekolah. Kepala sekolah adalah “Amir” atau imam di setiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan atau sekolahan adalah *Rumah Ibadah Pendidikan Terbaik*
Masa depan bangsa tergantung SDM bangsa. SDM bangsa ada ditangan entitas guru. Entitas guru berada dalam layanan terbaik dari para kepala sekolah. Sekolah baik asbab kepala sekolah baik. Sekolah bermasalah asbab kepala sekolah bermasalah.
Mari para kepala sekolah Indonesia ikuti Rakernas AKSI dan terutama para pengurus AKSI. Ekor mengikuti kepala, pengikut mengikuti yang diikuti. Kepala sekolah ekornya adalah calon penghuni masa depan, tiada lain anak didik. Ia adalah pemimpin pembelajaran, bukan pemimpin politik.











