OPINI/Artikel

Moderasi Agama, Tingkatkan Toleransi

adminsigiku.com
×

Moderasi Agama, Tingkatkan Toleransi

Sebarkan artikel ini
  1. Oleh : Sri Mulyani Awaliyah (Guru)

Wakil ketua komisi VIII DPR RI dan fraksi Golkar menjadi pembicara pada kegiatan sosialisasi penguatan moderasi beragama angkatan III/2022 di Soreang Kabupaten Bandung, kegiatan ini bekerja sama dengan kementrian Agama Provinsi Jawa Barat.
Wakil ketua DPR RI menyatakan masalah kerukunan umat beragama, moderasi Agama adalah solusinya. (opininews.com)
Sementara itu kabupaten Bandung yang memiliki 31 kecamatan kini memiliki 467 organisasi kemasyarakatan yang terdaftar, kepala bidang kewaspadaan daerah menyatakan stake holder punya kewajiban untuk waspada pencegahan terorisme maupun ekstrimisme.

Pemerintah kerap mengopinikan ektremisme sebagai masalah bangsa yang penting, berbagai program dirancang demi memerangi ekstremisme, padahal masalah negeri yang hakiki saat ini adalah dikelolanya sumber daya alam yang melimpah oleh asing, pejabat membangun gurita oligarki, ekonomi kerap resesi, korupsi marak disemua lini, politik uang menjadi tradisi, dan moral bangsa terus terdegradasi, kualitas pendidikan tidak mumpuni, kriminalitas semakin marak dan mengerikan, angka perceraian tinggi dan kekerasan terhadap perempuan terus terjadi. Atas carut marut ini umat Islam justru di ajak melakukan moderasi dalam rangka memerangi ekstremisme sementara tabiat moderasi adalah bersikap ramah terhadap korporasi asing yang sudah menguasai sumber daya alam negeri ini, karena itu persoalan utamanya adalah kesalahan pemerintah membaca problem utama bangsa ini yang menuduh ekstremisme dan radikalisme beragama sebagai biangnya.

Padahal kalaupun terjadi ektremisme dan radikalisme, fakta – fakta itu nyatanya satu cabang dari masalah besar akibat penerapan sistem sekuler kapitalis neoliberal, sistem ini jelas telah memproduksi berbagai keburukan di berbagai aspek kehidupan, sistem ini pula yang menuduh Islam politik dan Islam ideologi sebagai pemicu munculnya ektremisme dan radikalisme yang kemudian di narasikan sebagai sumber utama persoalan bangsa hingga harus menjadi korban proyek moderasi agama.

Bangkitnya gagasan Islam politik atau Islam ideologis yang menyodorkan solusi Islam atas problem keterpurukan dunia nyatanya telah menjadi lonceng kematian bagi hegemoni kapitalisme global yang bisa menghancurkan dominasi penjajahan kapitalisme atas dunia, Islam politik mampu mengantarkan manusia kepada puncak kemajuan dan kesejahteraan berabad-abad lamanya bahkan kebaikan dirasakan orang – orang non muslim hingga merasa lebih aman hidup dibawah naungan Islam.

Politik Islam hakikatnya adalah pengurusan umat berdasarkan kebenaran dan keadilan akidah Islam yang mendorong kaum muslim memiliki perhatian terhadap dunia, menyebarkan petunjuk dan mengatur dunia dengan hukum – hukum syariah, inilah konsep politik yang sesungguhnya yakni mengatur seluruh urusan manusia sebab syariah Islam merupakan aturan dan hukum untuk memberikan solusi terbaik terhadap seluruh permasalahan kehidupan manusia, penerapan Islam politik hanya akan terwujud di bawah institusi Islam yang pernah ditegakkan Rosululloh SAW di Madinah yaitu khilafah Islamiyyah.

Wallahu alam bishawab