Oleh : Sugi (Ibu rumah tangga)
Di jaman modern ini, begitu banyak kasus bullying yang terjadi, seperti beberapa hari lalu beredar vidio viral di wilayah tapanuli selatan yang mempertontonkan sekelompok anak remaja menendang seorang perempuan lansia hingga terpental, setelah vidio tersebut viral mereka pun digelandang pihak yang berwajib dan dimintai keterangan, dengan keadaan diam dan tertunduk malu, yang pada akhirnya orang tua lah yang pasang badan untuk meminta maaf atas segala perilaku anak anak mereka.
Kejadian lainnya perihal bullying antar pelajar yang terjadi di lingkungan sekolah SMP di wilayah Bandung, di mana seorang siswa di bully oleh sekelompok siswa lainnya dengan cara ditendang di bagian kepala hingga pingsan. Pada kasus ini, pihak sekolah seakan menutup nutupinya hingga masalah bullying tersebut tak kunjung terselesaikan.
Bukan hal baru kasus bullying yang terjadi di indonesia khususnya di kalangan pelajar dan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu dan menjadi wadah pencetak generasi muda yang berprestasi malah menjadi tempat ajang unjuk diri, tak lagi mengedepankan adab. Terkadang kasus-kasus yang terjadi hanya dianggap sebagai kenakalan remaja tanpa ada sanksi yang membuat pelaku jera.
Fakta ini tentu kontradiksi dengan program ramah anak, di mana lingkungan sekolah tidak menjamin keamanan bagi setiap siswanya, Semua ini menunjukan ketidak siapan sekolah dalam program tersebut dan pada akhirnya mencoba untuk menutup nutupi kasus yang terjadi demi citra sekolah tetap terjaga di mata masyarakat
Krisis adab di tengah remaja dan pelajar yang terjadi saat ini adalah buah sistem pendidikan sekuler, dimana prestasi akademi hanya berorientasi pada lapangan kerja semata dan penanaman ilmu agama minim didapat oleh para pelajar,
Sungguh berbeda dengan sistem pendidikan islam yang menjadikan aqidah sebagai landasan, islam adalah satu satunya agama yang mampu mengubah pemikiran remaja saat ini ,
ada tiga hal kunci pendidikan dalam islam yang pertama menjadikan akidah islam/keimanan sebagai dasar pendidikan yang menanamkan keimanan kepada Allah SWT dan ketaatan pada ajaran islam, ilmu yang mereka dapatkan menjadikan mereka semakin beriman dan bertaqwa .
Yang kedua pendidikan dalam Islam mempunyai tujuan jelas yaitu untuk mencetak kepribadian islam (syakhsiyyah Islamiyyah) yang mengarahkan mereka menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan dan keimanan untuk berkontribusi bagi umat manusia seperti sabda nabi saw.
” Sebaik baik nya umat adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain nya ” ( H.R ahmad )
Ketiga jika terjadi pelanggaran atau tindak kriminal baik pada seorang pelajar atau masyarakat pada umumnya, negara akan menerapkan hukum yang tegas pada para pelaku nya sehingga menjadi efek jera. Sanksi bagi remaja yang sudah baligh akan dikenakan hukuman seperti orang dewasa, dan jika belum baligh maka akan di kembalikan kepada wali/ orang tua mereka supaya dididik dan dinasehati karena Nabi Muhammad Saw menjelaskan hisab Allah belum berlaku pada anak yang belum baligh. Maka dari itu, sudah saatnya kita sebagai kaum muslimin menyelamatkan para generasi muda saat ini dari krisis adab/akhlak. Karena pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan kita biarkan para remaja terus terlena oleh pendidikan sekulerisme yang sudah jelas dan nyata telah merusak akhlak para remaja saat ini, sistem Islam adalah satu-satunya solusi yang akan memperbaiki pola pikir dan akhlak para remaja saat ini, sistem Islam telah terbukti dalam sejarah mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Walllahu a’lam Bishshawab
