oleh : Siti Saadah (Ibu Rumah Tangga)
Kota Bandung, salah satu wilayah yang letaknya dekat dengan sumber-sumber gempa, baik sesar maupun subduksi di pantai selatan jawa.
Kondisi itu, membuat kota bandung jadi kawasan yang terbilang cukup aktif secara sistematik. Potensi gempa di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini pun dapat terjadi akibat aktivitas dari sesar lembang. Seperti dijelaskan Stap Observasi Gempa Bumi BMKG Kota BandungĀ Ajeng Marina Utami.
Belum bisa diprediksi kapan terjadinya dan berapa besar getaran yang akan ditimbulkan dari aktivitas sesar lembang pada periode 500 tahun sekali. Berdasarkan kajian paleoseismologi (studi tentang kejadian gempa dimasa lalu) sesar lembang pernah melepaskan energi besar pada tahun 1600-an. Maka dari itu sesar lembang menjadi ancaman bagi warga Bandung dan sekitarnya jika terjadi goncangan. https://news.detik.com
Secara geografis Indonesia adalah negara rawan bencana. Indonesia berada dijalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh cincin api (Ring Of Fire) pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni Indonesia – Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari Utara, dan Pasifik dari timur.
Tentu saja fakta-fakta ini menuntut sikap mental tanggap bencana pada diri semua pihak, khususnya pada para penguasa yang menjadi pengurus rakyat.
Memang benar, gempa bumi dll, terjadi karena fenomenal alam semisal gerakan lempeng bumi dll, akan gempa bukan hanya sekedar bencana alam, tetapi tanda peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada agamanya dan menjauhi maksiat. Allah SWT yang akan menjadikan pergerakan lempeng bumi dan terjadilah gempa atas izin Allah SWT.
Rupanya ketika kemaksiatan merajarela keangkuhan tampak dimana-mana. Selain itu kini dakwah para ulama, kiai atau ustadz di persekusi. Dilarang. Dibubarkan. Ormas islam yang berdakwah tanpa kekerasan pun dicabut badan hukumnya. Kalimat tauhid ditakuti dan distigma berbahaya. Sikap sok kuasa dan angkuh tak lagi dapat disembunyikan. Harta kekayaan menumpuk pada segelintir orang. Operasi intelijen untuk memojokkan gerakan islam terlihat jelas polanya, adu domba umat islam demi meraih kekuasaan begitu terang. Kemaksiatan dibiarkan, bahkan didukung.
Saat semua ini terjadi, tidak salah bila petaka, baik yang menimpa orang zalim maupun orang sholeh, harus di pandang sebagai teguran dan peringatan keras dari Allah SWT.
Ini semua tidak bisa dilepaskan dari sistem demokrasi yang memberikan hak membuat hukum kepada wakil rakyat. Pada praktiknya suara rakyat justru dimanipulasi untuk kepentingan pemilik modal.
Dalam persfektif islam, inilah bencana yang disebabkan dosa-dosa dan kemaksiatan manusia. Allah SWT berfirman : ” Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) “. (Qs.Ar- Rum : 41)
Siapa yang bermaksiat kepada Allah di bumi maka sungguh ia telah merusak bumi. Sesungguhnya kebaikan bumi dan langit adalah dengan ketaatan.
Kemaksiatan adalah pelanggaran terhadap hukum syariah, seperti maraknya perzinahan, minuman khamar, riba dll. Termasuk ketika ekonomi politik, ketatanegaraan tidak dikelola berdasarkan syariah islam. Padahal dengan merujuk pada syariah islam, kerakusan pemilik modal bisa dihentikan. Barang tambang yang jumlahnya melimpah adalah milik umum (milkiyah ‘ammah) yang tidak boleh dimiliki individu, swasta, apalagi negara-negara imperialis seperti Amerika, Eropa dan china.
Kesuburan dalam kemaksiatan itu ada pada sistem demokrasi yang telah menempatkan hak membuat hukum itu kepada manusia. Dengan kerakusannya, manusia membuat hukum untuk kepentingan pribadinya, termasuk kepentingan bisnis para pemilik modal. Tidak peduli rakyat semakin susah, tidak perduli lingkungan rusak.
Al hasil hanya dengan islam segalanya bisa meminimalisir bencana akibat kerakusan serakah yang bekerja sama dengan politisi penghamba uang. Wallahu a’lam bi ash-shawab











