Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)
Adalah Caca Danuwijaya sosok guru pavorit pilihan siswa di SMAN 3 Kota Sukabumi lolos Guru Penggerak. Ia adalah guru pembelajar yang luar biasa. S1 dan S2 Ia raih dari dua perguruan tinggi terbaik di Indonesia yakni Unpad dan UPI.
Sosok Caca Danuwija kini melanjutkan kuliah strata 3 di UNINUS. Sebentar lagi Ia menjadi doktor pendidikan. Hanya sedikit guru yang berpengalaman seperti Dr. (Cand.) Caca Danuwijaya. Selalu terpilih sebagai guru favorit, sangatlah sulit.
Ia pun berpengalaman sebagai pengurus organisasi profesi guru di daerah, sampai akhirnya Ia menjadi pengurus BPLP PGRI Pusat. Kini Ia lolos program Guru Penggerak, adalah wajar dan faktanya Ia adalah sosok Guru Penggerak.
Caca Danuwijaya adalah sosok yang kritis dan tegak lurus dalam membela martabat guru. Ia termasuk salah satu guru yang paling berani mengkritisi kebijakan Ketua Umum PB PGRI yang menurutnya bermasalah. Namun dalam melayanai anak didik, Ia sangat serius.
Para Guru Penggerak semoga dapat bergerak secara merdeka dan kontributif. Kontributif pada bangsa dan negara melalui layanan anak didik dan mendukung organisasi profesinya. Para guru penggerak adalah diantara harapan masa depan pendidikan Indonesia.
Terkait anak didik, Ia mengatakan, “Anak didik adalah masa depan diri kita, mereka adalah diri kita yang akan hidup kembali di masa depan, perlakukan mereka sebagaimana memperlakukan diri kita sendiri”.
Terkait organisasi profesi guru, Ia mengatakan, “Organisasi guru harus diurus oleh guru, berkode etik guru, bekerja di sekolahan dan bukan oleh orang selain guru, karena melanggar “Kode Etik” orprof yakni UURI No 14 Tahun 2005”.
Terkait tujuan pendidikan nasional, Ia mengatakan, “Bangsa ini akan lebih baik bila masyarakat masa depan “berpofile Pancasila” dan menguasai teknologi”. Selanjutnya Ia pun mengatakan pendidikan harus mampu menjaga tiga hal, yakni NKRI, Agama dan Kesejahteraan bersama.
Sosok guru favorit versi anak didik tentu tak mudah. Lebih tak mudah lagi adalah guru yang “rela berkorban” untuk terus belajar dan belajar meningkatkan kompetensi profesionalitas dirinya. Sosok Caca Danuwijaya adalah guru biasa yang luar biasa karena terus bersekolah. Bukankah biaya kuliah S3 itu mahal?
Saat ditanya mengapa dirinya melanjutkan kuliah S3? Ia menjawab, selain dirinya merasa kekurangan Ilmu, merasa bodoh, Ia pun sangat meyakini bahwa Allah, Tuhan yang maha Esa memerintahkan untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu bagi Caca Danuwijaya adalah perintah agama.













