Pewarta : Rosita
Kabupaten Ogan Ilir – Diduga fungsi pengawasan Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir lemah, terbukti dengan kualitas proyek jalan banyak yang sudah rusak, padahal pembangunannya belum lama tuntas.
Seperti yang terjadi pada proyek peningkatan ruas jalan di Desa Kerta Bayang – Sukananti Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, proyek tersebut dinilai banyak kalangan dikerjakan asal -jadi.
Terkait hal tersebut, PPTK Dinas PUPR Kab.Ogan Ilir, Mario, mengaku dirinya kerap melakukan peninjauan ke lokasi proyek.
“Kami sering datang kelokasi untuk meninjau proyek, bahkan tidak terhitung lagi saking seringnya saya ke sana,” ucapnya, Kamis (29/12/2022).

Namun kenyataan dilapangan berbeda, hasil akhir proyek tersebut, menuai banyak protes dan kekecewaan dari warga dan pemerintah setempat, salah satunya S dari pemerintahan setempat yang mengaku sangat kecewa dengan hasil peningkat ruas jalan tersebut, dimana ketebalan jalan dinilainya sangat tipis dan bahan material koralnya pun sedikit.
“Kecewa saya dengan hasil kerjaan kontraktor jalan ini, kalau begini hasilnya macet, apa lagi kalau mobil pengangkut sawit lewat pasti sudah rusak, tidak tahan lama,” kata S dengan nada kecewa.
Dikatakan, pihak kontraktor pernah mengatakan kepada dirinya, bahwa ketebalan jalan tersebut 15 cm, tapi pada kenyataannya ketebalan jalan tersebut diperkirakan hanya 5cm saja.
“Bahan material koralnya sedikit, alasan kontraktornya, saat ini yang jualan koral tidak ada, jadi mau tidak mau dicukup cukupkan saja,” ucap S mengutip ucapan sang kontraktor.
Malah, lanjut S, mereka menyarankan untuk mengikis koral yang ada dipinggir jalan tersebut untuk digunakan kembali, agar mencukupi kekurangan koral di proyek tersebut, pungkas S.
Hasil pantauan dilokasi proyek peningkatan ruas jalan di Kerta Bayang-Sukananti, pada Minggu (25/12/2022) lalu, ketebalan jalan tersebut memang sangat tipis, ditambah material koral yang sedikit, bahkan ditemukan bahan material agregat bercampur aspal.
Hal ini membuktikan bahwa fungsi pengawasan dari pihak PUPR Kabupaten Ogan Ilir memang lemah, kalau seandainya PPTK melakukan fungsinya dengan baik, tentu pihak kontraktor akan lebih profesional dalam bekerja dan hasil proyek pun akan berkualitas.
Dikesempatan terpisah, nenanggapi banyaknya proyek berkualitas buruk, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar mengatakan, pihaknya masih menunggu dari pihak kontraktor untuk memperbaiki, karena masih ada tahapan-tahapan.
“Kalau memang tahapan-tahapan itu tidak juga di lakukan, dan kualitas pekerjaan proyek tersebut masih juga tidak berkualitas, tentunya kami tidak akan mentolerir lagi,” ucapnya













