OPINI/Artikel

Toto Suharya, Doktor Logika Tuhan

adminsigiku.com
×

Toto Suharya, Doktor Logika Tuhan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Hari ini telah lahir seorang doktor pendidikan dari rahim Universitas Pendidikan Indonesia. Ia berhasil mempertahankan disertasinya dengan sangat baik.

Toto Suharya adalah pendidik, penulis, organisatoris dan kepala sekolah berprestasi. Ia termasuk sosok guru cendikiawan yang langka. Mengapa langka ? Selain punya kedalaman pengetahuan, Ia punya “teori” Logika Tuhan.

Bila ingin tahu apa sih sebenarnya definisi logika Tuhan versi Dr. Toto Suharya ? Tentu anda semua harus baca dan pelajari sendiri narasi narasinya dalam sejumlah tulisan yang tersebar di jejaring maya.

Ia adalah penulis produktif dan sangat kritis dalam menelaah realitas kehidupan dan ayat-ayat dalam kitab suci. Pemikirannya sangat dipengaruhi oleh tafsirnya tentang Al Qur’an.

Ia sangat absolut memandang Al Qur’an sebagai satu-satunya sumber pengetahuan tertinggi bagi umat manusia. Disisi lain, Ia pun mengkritisi kaum muslim yang seolah menggap cendikiawan dan ulama-ulama besar terdahulu perspektifnya lebih baik dan final.

Toto Suharya menganggap kecerdasan manusia jaman dulu harus sangat dihormati, namun jaman sudah berubah. Setiap jaman ada tantangannya, ada fenomenanya dan ada hal baru yang tidak semuanya sesuai dengan narasi masa lalu.

Ia berpikir progresif. Setiap manusia berhak belajar, berhak beda tafsiran dan tak harus sama dengan orang-orang terdahulu yang dalam beberapa hal bisa tidak kontekstual. Toto Suharya mempersilahkan semua orang belajar dan bisa lebih pintar dari ulama terdahulu.

Ungkapan dan anggapan, ulama dan cendikiawan terdahulu lebih pintar dan lebih baik teorinya, Ia tak sepakati. Ia berpandangan bahwa bila para pemikir atau ulama terdahulu terbaik maka menutup kemungkinan transformasi pengetahuan dan keulamaan yang lebih baik.

Toto Suharya sangat yakin dan mendorong manusia masa kini untuk lebih baik dari para pemikir muslim khusunya yang pada jamannya pernah berjaya. Baginya mengapa tidak, di era disrupsi lahir Al Kindi-Al Kindi baru, Al Ghazali-Al Ghazali baru yang lebih baik, sesuai jamannya.

Keyakinannya pada Allah (Logika Tuhan) dan absolutisme Al Qur’an membuatnya terus belajar dan belajar. Walau seniornya mengatakan bahwa “Tuhan tak punya logika, karena logika hanya untuk makhluk”. Ia tetap mempertahankan “Disertasi” Logika Tuhannya.

Selamat dan sukses Dr. Toto Suharya, M.Pd., semoaga kiprahnya sebagai pendidik, penulis, organisatoris dan entrepreneur, terus bertumbuh lebih baik. Semoga logika kita semua seirama dengan “Logika Tuhan”.