Oleh : Khodijah
Bandung, BP2MI (15/2) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sosialisasikan penyebarluasan informasi program Penempatan dan Pelindungan PMI di Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Baitul Arqom Al-Islami, Ciparay Kabupaten Bandung, Selasa (14/2/2023).
Gelaran sosialisasi dihadiri 200 orang santri yang mengenyam ilmu pengetahuan di Madrasah dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baitul Arqom Al-Islami. Giat ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (Haul) Ponpes Ma’had Baitul Arqom Al-Islami yang ke 101.
Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI, Irjen Pol. Achmad Kartiko, yang mewakili Kepala BP2MI, menyampaikan apresiasinya atas sambutan meriah yang diberikan pihak Ponpes. Kartiko mendorong para santri yang memiliki mimpi bekerja ke luar negeri, untuk menyiapkan diri melalui peningkatan kompetensi serta tetap melalui tahapan bekerja secara prosedural. Kartiko menambahkan, pasca pandemi Covid-19, banyak negara-negara dunia yang tengah memulihkan diri dan membutuhkan tenaga kerja untuk mengisi sektor-sektor strategis, dengan potensi pendapatan yang tinggi. (BP2MI.go.id)
Tampak jelas adanya sosialisasi ini adalah untuk mendorong para santri menjadi pekerja di luar negeri. Dan tujuan dari itu semua adalah untuk mendapatkan devisa dari para pekerja TKI.
Fakta yang memang tidak bisa di pungkiri adalah negara berlandaskan kapitalis selalu mencari pendapatan untuk negara.
Santri seharusnya mereka Menjadi generasi penerus kaum muslim, dengan menguasai ilmu-ilmu agama justru seharusnya dari merekalah yang akan menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari dari mulai individu, bermasyarakat,maupun bernegara.
Dengan harapan generasi bangsa ini di pegang oleh mereka yang mempunyai ketakwaan individu. Tentu di iringi dengan aturan dari Islam pula. Sehingga kehidupan Islam rahmatan Lil Al-Amin akan terasa seantero bumi.
Oleh karenanya pengembalian fungsi pesantren dlm mendidik generasi peradaban dikembalikan pada perubahan sebuah arah pandang hidup yang materialistic kepada meraih ridho Alloh, Dan Dari paham sekulerisme ke memahami Islam kaffah sebagai aturan hidup
Wallahualam bishowab.











