Peristiwa

Keluhan Hati Para Pedagang Pasar Apung 1 Mardika Yang di Revitalisasi

adminsigiku.com
×

Keluhan Hati Para Pedagang Pasar Apung 1 Mardika Yang di Revitalisasi

Sebarkan artikel ini

Pewart : Roy P

Kota Ambon – Pedagang Pasar Apung 1 Mardika mengeluhkan minimnya lahan untuk relokasi lapak sementara dari bangunan Gedung Putih Pasar Mardika Ambon, setelah lapak yang biasa mereka tempati direvitalisasi oleh pemerintah daerah setempat.

“Lokasi (relokasi) terlalu minim sehingga tidak nyaman untuk jualan,” kata salah seorang pedagang di Pasar Apung 1 yang terdampak program Revitalisasi Pasar.

Selain lapak menjadi sempit karena berada di jalur pejalan kaki, dan kendaraan di dalam area pasar, bangunan darurat yang disediakan panitia pembangunan pasar juga kurang memadai, akibatnya, suasana pasar menjadi semakin tidak nyaman bagi pembeli.

“Kalau begini, nanti pembeli pergi,” keluh pedagang lainnya.

Salah satu pengurus Ikatan Pedagang Pasar Mardika (IPMA) mengatakan, para pedagang yang direlokasi ketempat pasar apung ini juga membayar.

“Sebenarnya tidak boleh bayar, tapi ini ternyata kita diharuskan membayar sewa lapak kurang lebih Rp.3 juta, ini ada bukti kwitansi lengkap,” ungkapnya.

Yang lebih memprihatinkan, di lokasi sementara ternyata sepi pembeli.

“Kasihan para pedagang, selama berjualan disini tidak ada pembeli yang mau masuk di tempat kita, karena ijin dari Walikota yang lama dan Disperindag Kota Ambon kepada Alham Valeo untuk membangun lapak – lapak yang di depan kios dagangan kami, sehingga menutupi kios kita sehingga pembeli tidak bisa melihat dagangan kami, ini sangat terpengaruh dengan kios kita,” tuturnya.

Selain itu, ujarnya, lokasi pasar apung juga sudah sangat kumuh dan menyeramkan.

“Jangankan pembeli mau masuk untuk belanja, kita aja pedagang di sini sangat takut dengan suasana di lokasi pasar apung ini karena lapak kita lokasinya sudah sangat kebelakang, sehingga kami banyak mengalami kerugian,” ucapnya

Disebutkan, untuk memperbaiki lapak yang dtempati para pedagang memperbaikinya dengan biaya sendiri.

“Semestinya kami para pedagang siap masuk dengan fasilitas yang memadai, untuk penerangan saja kita sendiri yang kasih masuk, dan kita tempati lapak apung ini dulu minta ampun beceknya, kira kira sampai di lutut, padahal kita sudah bayar Rp.3 juta, malah kita perbaiki lapak sendiri juga dengan total biaya kurang lebih Rp.15 juta,” imbuhnya.

Para pedagang di Pasar Apung 1 berharap, pemerintah mengijinkan mereka pindah kembali ke gedung pasar yang sebentar lagi selesai pembangunannya.

“Kami para pedagang minta diperhatikan juga untuk dikembalikan ketempat semula, karena kami sebagai pelaku ekonomi punya andil dalam membantu pemerintah, misalnya dari sisi pajak, kami ini bukan pedagang illegal, tapi betul – betul pedagang yang berasal dari gedung putih yang selama 2 tahun ini kena dampak revitalisasi,” tandasnya.