Oleh : Neng Tintin (Ibu Rumah Tangga)
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat Islam. Bagaimana tidak, karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa,bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, serta kasihsayang.
Di bulan ini pahala dilipatgandakan, pintu neraka ditutup, dan pintu surga dibukakan. Maka tidak heran jika di bulan ini umat muslim sibuk berburu pahala dengan amalan-amalan dan beragam kebaikan.
Akan tetapi tidak sedikit orang yang belum mengetahui dan memahami bahwa Ramadhan pun merupakan bulan perjuangan.
Sejarahpun memperlihatkan bahwa sejak masa Rasulullah Saw, Ramadhan telah menjadi bulan perjuangan.
Pada masa Nabi Saw terjadi dua peristiwa besar di bulan Ramadhan, yakni perang badar al-Kubra dan penaklukan kota Makkah. Keduanya berlangsung pada bulan Ramadhan.
Perang Badar terjadi pada Ramadhan pertama saat ibadah shaum diwajibkan. Dalam perang itu Kaum Muslim jumlahnya sangat sedikit yakni hanya 313 prajurit, dan hanya menggunakan dua ekor kuda perang saja, serta 30-40 ekor unta. Sebaliknya pasukan Quraisy memiliki 200 ekor kuda perang dan sekitar seribu prajurit. Namun atas kuasa Allah SWT, kaum Muslimlah yang mendapatkan kemenangan.
Sementara itu penaklukkan Mekkah tejadi pada tanggal 10 Ramadhan 8 H. Pada saat itu Rasul Saw dan ribuan pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah. Sampai pada akhirnya Beliau dan pasukan Muslim dapat menguasai Makkah tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Sekaligus dapat menghancurkan berhala-berhala didalam dan disekitar Ka’bah. Selain itu ada banyak pula perang-perang besar dan berbagai penakhlukan yang terjadi dibulan Ramadhan.
Perlu kita pahami juga bahwa Ramadhan harus menjadi momentum perjuangan bagi umat Islam, seperti halnya ketika dizaman Rasulullah Saw. Pertanyaannya, perjuangan seperti apakah yang harus kita lakukan? Perjuangan tersebut yakni perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam, dibawah naungan Khilafah, yang akan menjadi perisai/ pelindung bagi umat.
Apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita masih melihat nasib tragis menimpa saudara seiman kita di sejumlah negeri. Seperti saudara Muslim kita di palestina, yang telah lama kehilangan tanah airnya, akibat agresi militer Israel yang didukung oleh Barat. Begitupun nasib Kaum Muslim Rohingya di Myanmar, belum lagi umat Muslim di Uyghur yang mengalami aksi genosida, dan masih banyak lagi penderitaan umat Muslim yang lainnya diseluruh dunia.
Alhasil umat membutuhkan pemimpin yang berfungsi sebagai junnah/pelindung. Namun hari ini umat justru kehilangan pelindungnya yakni Khilafah. Tanpa Khilafah mereka telah lama terlunta- lunta. Sebagian mereka tertindas dan diperangi di negrinya sendiri. Sampai hari ini tak ada yang menolong dan membebaskan meŕeka. Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita menolong mereka.
Wahai kaum Muslim lihatlah nasib saudara-saudara kita pada bulan agung ini, sebagian mereka ditindas dan di perangi dinegei mereka sendiri, Apa kita tega melihat saudara seiman kitaterus- terusan menderita? Apa kita tega saat sebagian Muslim yang lain bisa menikmati sahur, berbuka, dan shalat tarawih dengan tenang, justru saudara kita disana masih hidup dibawah ancaman dan serangan yang mematikan? Padahal Allah SWT sudah memerintahkan kita untuk menolongnya.
” Jika mereka meminta tolong kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib menolong mereka (TQS al-Anfal :72).
Semoga kita mau menjadi bagian dari orang-orang yang mau menolong dan memperjuangkan agama Allah, Aamìn..
WalLaahu a’lam.
Neng Tintin: Bandung











