Pewarta : A Y Saputra
Kabupaten Ciamis – Perihal Berita dan Video yang beredar di media sosial tentang dugaan perselingkuhan Kepala Desa Kertaharja Kecamatan Cijengking Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dengan seorang perawat, yang sempat viral beberapa waktu lalu akhirnya mendapatkan klarifikasi dari saudari Evi yang merupakan salah satu warga yang melaporkan adanya dugaan perselingkuhan.
“Sebenarnya saya memberikan informasi kepada lingkungan sekitar semata-mata hanya ingin menyelamatkan dan menjaga nama baik lingkungan, tapi dengan cara tidak tepat tanpa mempertimbangkan dampak mental pihak keluarga,besar Dedah kejadian yang sebenarnya tidak ada kejadian di luar batas pada saat itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bahwa kejadian tersebut tidak ada hubungannya dengan pekerjaan,” ungkap Evi dan video yang beredar.
Saat awak media wawanca terhadap DF, DF menyampaikan Kronologis kejadian.
“Awalnya AT (inisial kepala desa) datang kerumah kira – kira pukul 18:00 menjelang magrib, dan AT sempat menumpang sembahyang di rumah saya, hubungan AT dengan saya, AT merupakan kenal dekat dengan Alm Ayah saya, paska Idul Fitri AT berniat bersilaturahmi ke ibu saya dan minta untuk diantarkan, kami rencana berangkat semua dengan anak anak saya sehingga saya menyarankan sepeda motor AT untuk dimasukan kedalam rumah demi keamanan dikarnakan di rumah tidak ada orang,” kata DF.
Dikatakan DF, belum sampai 30 menit AT bertamu dan lagi menunggu anak anak yang lagi masak Mie Instant, tiba tiba datang ketua RT, RW dan warga hingga akhirnya kami di bawa ke Polsek Cijengjing.
“Saya tidak melakukan hal yang apa di sampaikan, dalam pemberitaan, yang beredar dan saksinya anak anak saya, Dengan kejadian tersebut saya minta maaf yang sebesar besarnya kepada semua warga masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Dinas Kesehatan dan keluarga besar Puskesmas Cijengjing dan Puskesmas Sukadana,” tandasnya.













