Sejarah Berdirinya Kabupaten Sumedang Yang Tak Lepas Dari Mahkota Binokasih Kerajaan Padjajaran

0

Pewarta : Jeky EPSA.

Koran Sinar Pagi, Sumedang –  Berdirinya Kabupaten Sumedang yang jatuh pada tanggal 22 April ternyata tak lepas dari sejarah Mahkota Kerajaan Padjajaran, Binokasih Sanghyang Pake,  yang merupakan Mahkota Kerajaan  Padjajaran yang terakhir diserahkan ke  Kerajaan Sumedang Larang pada tanggal 22 April 1578.

Tanggal diserahakannya itu yang   dipakai sebagai awal berdirinya Kabupaten Sumedang,  dan kini pada 22 April.2023 sudah berusia 445 tahun.

Dari keterangan yang dihimpun dikatakan, penetapan tanggal 22 April 1578 ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Sumedang berdasarkan keputusan DPRD Kab. Sumedang Nomor : 1/KPTS/DPRD/SMD/1973 tanggal 8 Oktober 1973.

Penetaoan hari jadi tersebut mengacu pada peristiwa sejarah Kabupaten Sumedang Larang.

Pada Jumat, 22 April 1578 yang bertepatan dengan hari Idul Fitri, Ratu Pucuk Umum dan Pangeran Kusumahdinata 1 ( Pangeran Santri) menerima empat Kandaga Lante ( bangsawan/abdi raja setingkat bupati yang merupakan para patih Kerajaan Padjajaran) di keraton  Sumedang
Larang yang lokasinya pada saat itu di daerah Kutamaya Padasuka.

Ke empat Kandaga Lante itu bernama Sanghyang Hawu atau Jaya Perkosa, Bayara Dipati Wiradidjaya ( Nangganan, Sanghyang Kondanghapa, dan Batara Pancar Buana Terong Peot.

Ke empatnya diutus Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi untuk menyerahkan Mahkota Binokasih yang dibuat pada masa Prabu Bunisora pada tahun 1375 – 1371 dan seluruh pakaian kerajaan pada Kerajaan Sumedang Larang.

Kerajaan Padjajaran pada saat itu mengalami desakam yang hebat dari serangan pasukan gabungan Banten, Cirebon, dan Demak.

Maka dari itu, penyerahan Mahkota Binokasih dan seluruh atribut kerajaan oleh Prabu Siliwangi dimaksudkan agar Kerajaan Sumedang Larang bisa menjadi penerus kekuasaan Padjajaran.

Mahkota tersebut lalu diserahakan pada penguasa Sumedang Larang Pangeran Angkawijaya yang pada hari itu juga dinobatkan sebagai Raja Sumedang Larang dengan gelar Prabu Geusan Ulun.