OPINI/Artikel

Dugaan Gratifikasi

adminsigiku.com
×

Dugaan Gratifikasi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)

Bupati Bandung buka suara setelah ramai pemberitaan terkait dirinya yang dilaporkan ke KPK. Laporan itu dilakukan karena ia dituduh menerima mobil mewah serta uang tunai dari seorang pengusaha. Bupati Bandung mengaku bahwa ia santai dalam menanggapi pemberitaan tersebut, karena menurutnya ia sama sekali tak pernah melakukan apa yang dituduhkan, ia juga mengatakan tak mau menanggapi berlebihan pemberitaan yang disebutnya hanya sebagai fitnah. (peraknews.com)

Gratifikasi dan korupsi di dalam demokrasi merupakan hal yang lumrah terjadi, mereka menganggap hal tersebut perbedaan dalam mencari rezeki, ditambah dengan pemikiran yang sekuler semakin menjauhkan pribadi dari ketaatan kepada Ilahi, tak peduli banyak orang yang dirugikan yang penting untung banyak untuk dirinya sendiri.

Sistem demokrasi yang rusak membentuk pribadi-pribadi rusak yang berfikir kapitalistik. Mereka terdorong untuk menyalahgunakan jabatannya saat ada kesempatan dan peluang untuk memperkaya diri sendiri meskipun dengan cara haram dan merugikan rakyat dan negara.

Dalam demokrasi, kedaulatan di tangan rakyat sehingga hukum dibuat atas nama rakyat untuk melindungi penguasa atau anggota legislatif yang mempunyai wewenang membuat hukum dan melegalkannya. Ketika penguasa terpapar gratifikasi atau korupsi, hukum yang dihasilkan akan berpihak pada koruptor, hukum sangat lunak pada korupsi dan gratifikasi bahkan jika dianggap berat akan direvisi sehingga ada celah untuk bisa lepas dari jeratan hukum.

Berharap pemberantasan gratifikasi dan korupsi dari sistem demokrasi adalah ilusi. Mimpi yang tidak mungkin terjadi, banyak kasus dibiarkan menggantung. Sekalipun mereka ditahan, mereka mendapat perlakuan istimewa di rumah tahanan bagaikan tinggal di hotel.

Jadi hanya sistem Islam solusi fundamental yang memberantas korupsi. Sistem Islam akan menerapkan syariat Alloh yang sangat tegas pada para koruptor. Hukuman berat akan memberikan efek jera pada mereka. Sistem Islam akan membentuk pejabat menjadi pribadi bertaqwa karena ajaran Islam mengatur seluruh aspek kehidupan. Pemikiran sekulerisme terkikis habis dari rakyat termasuk juga pejabat sehingga mereka akan amanah dengan jabatan yang didapat. Sistem Islam akan memberantas korupsi dan gratifikasi bukan demokrasi.

Wallahu a’lam bish-shawab