OPINI/Artikel

Pencegahan Krisis Air Dalam Islam

adminsigiku.com
×

Pencegahan Krisis Air Dalam Islam

Sebarkan artikel ini

Oleh : Siti Saadah (Ibu Rumah Tangga)

Air merupakan kebutuhan dasar manusia. Fenomena EL NINO atau kemarau panjang diperkirakan akan berlangsung sampai agustus 2023. Bahaya kekeringan maupun krisis air bersih pun mengancam kota-kota di Indonesia.

Potensi krisis air bersih ini diperparah dengan penurunan muka tanah, selain itu jumlah warga yang bisa mengakses air bersih ke Perusahaan Dagang Air Minum (PDAM) masih terbatas. Di kota Bandung misalnya, produksi air bersih PDAM Tirtawening hanya 2.200 liter per detik atau 3,2 juta kubik perbulan. Angka ini masih jauh di bawah kebutuhan air masyarakat kota Bandung yang mencapai 7.000 – 8.000 liter per detik atau 7-8 juta kubik perbulan.

Dengan berkurangnya produksi air bersih menjadi salah satu faktor yang menghambat pelayanan penyediaan air bersih. Hal ini menimbulkan masalah berulang, yakni tingginya pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik ini.

Kepala keasistenan pengaduan masyarakat Ombudsman RI Jawa Barat Fitry Agustine mengatakan, pengaduan berulang masyarakat pada pelayanan publik PDAM Tirtawening meliputi keluhan air tidak mengalir, volume air yang kecil, dan air mengalir hanya pada waktu tertentu saja. “kemampuan suplai air bersih oleh Perumda Tirtawening di kota Bandung belum bertambah sejak tahun 1990”, kata Fitry Agustine di kutip dari siaran pers, senin (20/02/2023).

Pada penelitian yang dipublikasikan 2010itu kedua peneliti masyarakat rata-rata penurunan permukaan tanah di cekungan Bandung berkisar antara 1cm (di Rancaekek periode juli 2002-juni 2003) hingga mencapai 19cm terjadi di Cimahi, periode pebruari 2000-November 2001.BandungBergerak.id

Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia, selain untuk keperluan mendasar seperti minum dan sanitasi, air juga sangat dibutuhkan oleh pertanian dan industri. Setiap tahun, manusia menggunakan 4,3 triliun meter kubik air bersih untuk pertanian (70 persen). Industri (19 persen), dan rumah tangga (11persen) (UNICEF 2022).

Kebutuhan terhadap akses air bersih akan terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup. Oleh sebab itu, Allah menciptakan bumi ini 72% terdiri dari unsur air. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf(7) ayat10:10.”Sesungguhnya kami telah menempatkan kamu sekalian dimuka bumi dan kami sediakan bagimu dimuka bumi (sumber) penghidupan. (Tetapi)amat sedikitlah kamu bersyukur.

Sayangnya krisis air sekarang terjadi di banyak belahan dunia. Krisis air telah menyebabkan kesengsaraan bagi umat manusia, hewan dan tumbuhan. Beberapa faktor penyebab krisis air diantaranya : a) pemanfaatan air yang berlebihan, b) kekeringan yang diakibatkan oleh semakin sedikit wilayah simpanan air, c) perubahan iklim, dan d) pencemaran air.

Air dalam islam merupakan sumber daya alam yang dimiliki dan dikelola bersama-sama. Rasulullah SAW bersabda : Orang-orang muslim bersekutu dalam kepemilikan tiga hal: air, padang rumput dan api. Dalam islam tidak berhak menahan air untuk mengalir ketempat lain. Bahkan dalam islam seseorang didorong untuk menjadikan sumber air sebagai wakaf yang bernilai sangat tinggi di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik sedekah ialah mengalirkan air minum (HR As-Suyuti).

Hal lain yang dilarang di dalam islam ialah mencemari sumber-sumber mata air, sumur dan danau. Rasulullah SAW bersabda:” Takutlah kalian dari tiga hal mendatangkan laknat: orang hajat di tempat air mengalir, di tengah jalan, dan di tempat berteduh”.(HR Abu Daud). Islam juga menuntut umatnya untuk menjaga ekosistem air. Selain itu Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk gemar menanam pohon, pemeliharaan ekosistem air merupakan prinsip yang sangat penting, karena air berada pada ekosistem yang memadai akan air tersimpan di dalam tanah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pohon dapat meningkatkan resapan air, jumlah tutupan pohon yang cukup dapat meningkatkan ketersediaan air dibandingkan jika tidak ada pohon atau terlalu banyak pepohonan. Hal tersebut dikarenakan pori-pori besar sehingga air dapat meresap kedalam tanah. Tanpa pori-pori ini air akan langsung mengalir sebagai limpasan atau tergenang di permukaan tanah yang padat lalu menguap.

Islam memperingatkan akan bencana yang akan timbul jika air diganggu keberlangsungannya oleh tangan-tangan jahil manusia. Allah SWT berfirman: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).

Jika saat ini baik dari individu, masyarakat, dan pemerintah mengikuti dan menjalankan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam pengelolaan sumber daya air, bahkan mengupayakan berbagai inovasi untuk kelestarian air bagi umat manusia, maka ancaman krisis air dapat dihindari. Oleh karena itu, menjadi kewajiban para ilmuwan dan ulama untuk menanamkan kesadaran terkait pentingnya menjaga kelestarian air dan lingkungan di tengah-tengah masyarakat.

Wallahu a’lam bishawwab