OPINI/Artikel

Pro Kontra Revitalisasi Pasar

adminsigiku.com
×

Pro Kontra Revitalisasi Pasar

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ita riyatna (ibu rumah tangga)

Pasar tradisional atau pasar rakyat merupakan jantung perekonomian, ,salah satunya adalah Pasar Banjaran, banyak masyarakat yang mencari pundi pundi rupiah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berjualan di pasar tersebut. Oleh karenanya pemkab Bandung berencana melakukan revitalisasi pasar yang ada di wilayah banjaran dengan menggandeng swasta. Sebab kondisi pasar banjaran saat ini dinilai kotor, bau, harga tidak menentu dan berbagai kondisi lainnya. revitalisasi pasar banjaran akan dilaksanakan dengan tajuk “pasar sehat banjaran”. Dengan revitalisasi tersebut banyak warga yang keberatan karena ujung ujungnya mereka harus menebus atau membayar tempat yang baru, apalagi jika revitalisasi itu diserahkan kepada pihak swasta.

Peran pemerintah sangat diharapkan dengan revitalisasi tersebut harus mempertimbangkan aspek sosial ekonomi, tidak dapat dipungkiri sebagian pasar rakyat setelah dilakukan revitalisasi tidak sesuai dengan harapan misalnya pasar Menjadi sepi.
Pengusaha yang bekerja sama dengan pemerintah pembuat kebijakan akan mendapat manfaat, sementara masyarakat atau pedagang tidak berdaya mereka terpaksa kehilangan apa yang pernah dimilikinya, pemerintah seharusnya bertanggung jawab terhadap urusan rakyat bukan menggandeng pengusaha apalagi melempar tanggung jawab kepada swasta. Maka jelas, peran pemerintah saat ini hanya sebagai regulator untuk para oligarki. Karenanya, revitalisasi selalu menuai pro dan kontra, karena ada salah satu pihak yang di untungkan dan pihak lain yang akan dirugikan. Inilah watak dari sistem Kapitalisme yang berasas kepada manfaat belaka tak peduli masyarakat sengsara.

Dalam sistem ekonomi Islam pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh urusan umatnya maka pastilah semua akan diurusi dengan baik dan amanah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian, seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya .”(HR Bukhari dan Muslim).
Pemerintah dalam sistem Islam berkewajiban menyediakan dan memfasilitasi kebutuhan rakyatnya. Solusi untuk menghadapi revitalisasi pasar, pemerintah akan menanggung seluruh pembiayaan dari Baitul Mal, agar masyarakatnya merasakan manfaat dan kenyamanan ketika berdagang di pasar dengan menata kelola ruang atau wilayah pasar, pemukiman, masjid ataupun fasiltas lainnya dengan rapih.
Maka dari itu, jika negeri ini ingin menjadikan masyarakatnya sejahtera sudah seharusnya meninggalkan sistem ekonomi kapitalisme dan mengambil Syariah Islam sebagai solusi menyeluruh.
Wallahu a’lam bish-shawab