OPINI/Artikel

Karut Marut Sistem Zonasi PPDB di kabupaten Bandung Selalu Dikeluhkan Masyarakat

adminsigiku.com
×

Karut Marut Sistem Zonasi PPDB di kabupaten Bandung Selalu Dikeluhkan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Oleh Siti Ningrat (Ibu Rumah Tangga)

Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB di kabupaten Bandung yang kerap menuai masalah setiap tahun ajaran baru, banyak masyarakat yang mengeluhkan sistem zonasi ini. PPDB di kabupaten Bandung itu tidak sejalan dengan grand design yang masih kekurangan 48 SMPN dan 32 SMAN.
Inilah pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah, agar masyarakat khususnya siswa didik bisa terpenuhi haknya mendapatkan pelayanan pendidikan dari pemerintah.
Kepala dinas pendidikan Kabupaten Bandung Ruri hadiyana menambahkan soal keluhan dari masyarakat yang dirugikan oleh sistem zonasi ini, sebaiknya diterima dengan lapang dada, sebab PPDB di kabupaten Bandung dengan jalur zonasi ini dibatasi 50 persen dari kuota. Sehingga jika telah melebihi 50% meskipun ada pendaftar yang kediamannya lebih dekat namun tetap tidak dapat diterima karena itu pak Bupati Bandung membangun 8 SMP negeri baru agar dapat memberikan kesempatan kepada warga kabupaten Bandung untuk bisa masuk pada 2024 28 SMP negeri baru akan dibangun lagi.

Kisruh PPDB zonasi ini bukan semata karena persoalan teknis. Problem susahnya mencari sekolah berkualitas lagi murah sudah lama terjadi sebelum sistem zonasi itu diterapkan. Kisruh PPDB ini bukti adanya negara dalam memenuhi kebutuhan pendidikan untuk semua warga. Negara berkewajiban memenuhi kebutuhan pendidikan, sekolah murah berkualitas secara merata di seluruh wilayah. Sehingga ketika ada siswa miskin yang harus bersekolah di swasta yang notabene mahal, maka pada saat itu negara telah berlaku zalim karena memaksa orang yang tidak mampu mengeluarkan biaya di luar kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Kapitalis memandang pendidikan sebagai barang ekonomi, bukan layanan yang wajib dipenuhi negara. Karena itu, dalam tata kelola kelolanya pendidikan di liberalisasi, maka nya prinsip yang ingin mendapatkan sekolah bagus, maka harus mau merogoh kocek lebih. Makanya banyak sekolah-sekolah swasta memanfaatkan peluang untuk berdagang di dunia pendidikan. Karena itu tata kelola pemerintahan kapitalis yang menganut good governance atau preinventing government. Negara diharuskan berbagai peran dengan swasta, maka negara pun hanya membatasi pendirian sejumlah kecil sekolah negeri yang dibutuhkan rakyat. Sisanya diserahkan ke swasta, akibatnya banyak menjamur sekolah swasta di tiap wilayah yang sudah tentu mahal atau bahkan kualitasnya kurang. Ketidakmampuan negara mendirikan sekolah negeri juga sangat terkait dengan minimnya anggaran. Ini juga akibat kapitalisme, karena banyak sumber pendapatan negara yang berasal dari kekayaan alam hilang begitu saja, padahal semua itu tentu amat berharga untuk membiayai kebutuhan pendidikan. Kapitalisme juga telah membangun persepsi keliru di masyarakat tentang hakikat pendidikan dan tujuan bersekolah. Masyarakat memandang bahwa sekolah favorit menjanjikan bagusnya masa depan (bisa kuliah di kampus ternama sehingga otomatis bisa bekerja lebih bagus).
Akhirnya banyak yang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan bangku sekolah. Jadi kisruh PPDB zonasi sebenarnya bukan persoalan teknis semata, ini merupakan persoalan sistematis karena itu, selayaknya masyarakat berpikir untuk membenahi persoalan pendidikan ini dengan kacamata ideologis.

Kapitalisme telah membuat kerusakan sedemikian parah, sehingga sudah saatnya kembali kepada sistem illahi yaitu sistem Islam yang menerapkan Islam secara kaffah. Dengan akidah Islam sebagai dasarnya, pendidikan dipandang sebagi kebutuhan
Asasi yang wajib dipenuhi oleh negara. Negara juga tidak akan berbagi peran dengan swasta yang mengakibatkan rakyat kesulitan mengakses pendidikan terbaik. Negara juga akan menerapkan sistem ekonomi Islam sehingga memiliki anggaran yang cukup untuk mendirikan sekolah murah bahkan gratis dan berkualitas. Masyarakat pun terikat dengan hukum syariat. Mereka mencari sekolah tanpa harus berbuat curang, Mereka pun benar dalam menetapkan visi pendidikan bagi anak-anak mereka. Bukan semata bagi kepentingan dunia kerja untuk mengatasi kemiskinan sebagaimana pemikiran mereka sekarang. Dalam Islam mencari sekolah bukanlah perkara sulit, bahkan akan mendapatkan pendidikan terbaik karena ditopang oleh sistem pendidikan Islam, kurikulum terbaik dan tata kelola terbaik. Sistem Islam lah yang pernah melahirkan peradaban Islam pada masa jayanya. Betapa kita merindukan sistem tersebut semoga kita tetap istiqomah memperjuangkannya

Wallahualam bissawab