Pewarta: Rizki Vicky Epsa
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Pemandangannya yang asri dengan langsung menghadap gunung Tampomas membuat wisatawan lokal dari berbagai daerah berbondong – bondong datang dan rela antri serta ada juga yang rela mengisi daftar tunggu ( waiting list). Mengapa demikian karena rumah makan ini menyajikan rasa dan suasana yang berbeda, hingga mereka kembali berkunjung.
Warung Pengkolan Jati yang lokasinya tidak jauh dari pintu keluar tol Cimalaka jarak nya hanya 7 kilo meter, dengan arah menuju ke daerah Tanjungkerta.
” Berbagai macam menu disajikan di Resto Warung Pengkolan Jati ini. Adapun menu andalan atau Best Seller nya yaitu Bakakak Ayam Kampung dengan harga dari Rp 90.000 hingga Rp 130.000 / 1 (satu) ekor untuk 3 hingga 4 orang”, ucap Aris Budiman, Manajer Resto, saat dilokasi, kepada koransinarpagijuara.com , Kamis, (6/8/2023)
Dibalik rasa dan pemandangannya yang asri, ucap Aris lagi, ternyata sejarah Warung Pengkolan Jati ini tak lepas dari nama jalan yang dulunya merupakan kebun jati yang lokasinya pas berada dibelokan ini. Sehingga Resto ini diberi nama Warung Pengkolan Jati oleh Ibu Hajah Wida sebagai pemilik Resto (Owner).
Luas resto berada diatas lahan seluas 850 meter persegi, itu sudah termasuk luas lahan parkiran. Kapasitas itu mampu menampung pengunjung sampai 200 orang.
Penyajian sajian di Warung Pengkolan Jati ada dua tema, satu lesehan dengan kursi jati yang dibagi menjadi dua tingkat. Kedua , tema dengan kursi jati dan lesehan yang ada di lantai dua.
Lesehan yang berada di depan kasir mampu menampung 100 orang pengunjung dan untuk kursi jati nya maksimum 50 pengunjung. Sedangkan di lantai 1 hanya lesehan saja yang mampu menampung 50 pengunjung
Untuk fasilitas yang ada di Resto Warung Pengkolan Jati ini terdapat mushola , toilet , dan juga parkiran mobil serta motor. Untuk jam operasional mulai dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB.
” Untuk hari biasa Warung Pengkolan Jati ini bisa mencapai 90 pengunjung, kalau weekend bisa 200 pengunjung bahkan lebih hingga membludak “,
pungkas Aris.*****













