Oleh : Entin Hayatin (Ibu Rumah Tangga)
Lagi-lagi geng motor yang meresahkan masyarakat, beberapa pekan yang lalu Polresta Bandung mengamankan 60 orang pelajar yang bergabung dalam geng motor dan Polresta Bandung pun membubarkannya ,dan seminggu yang lalu Kapolresta Bandung mengusut kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh geng motor XTC 133 yang statusnya masih pelajar.
Kapolresta Bandung pun Kombes polisi Kusworo Wibowo mengumpulkan para geng motor dari berbagai wilayah dan tidak lupa menghadirkan para orang tua dan guru sekolah dari pelajar itu, Kamis 21 Desember 2023. Tujuan Kapolresta Bandung mengumpulkan orang tua dan murid untuk memberitahukan bahwa anak_anak atau murid tersebut terlibat dengan Genk Motor dan memberikan sanksi terhadap pelaku geng motor itu, Tetapi semua usaha yang dilakukan oleh para aparat untuk mengamankan para geng motor itu tidak membuat jera para pelaku, karena sangsi atau hukuman yang diberikan pada para pelaku kejahatan tidak ada kejelasan dan masih bisa diperjualbelikan,itulah hukum yang ada di sistem kapitalis, sekuler. Beda halnya dengan sistem Islam yang ketika memberikan sangsi itu jelas, hukum potong tangan untuk para pencuri, hukum rajam untuk para penjina dan hukum mati untuk para pelaku pembunuhan.
Semua kenakalan remaja yang dilakukan oleh para pelajar atau geng motor itu hasil dari sistem sekuler yang sedang kita jalankan, sehingga melahirkan anak-anak yang memisahkan agama dari kehidupan. Mereka hanya memikirkan kesenangan dunianya saja ditambah lagi tidak ada pengontrolan dari masyarakat karena masyarakatnya pun sudah individualis dan tidak adalagi saling peduli dengan yang lain sehingga mereka bebas melakukan apa yang mereka inginkan padahal setiap perbuatan yang mereka lakukan semuanya akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Berbeda dengan sistem Islam, ketika Islam dijadikan peraturan dalam kehidupan maka setiap perbuatan nya berlandaskan Islam yaitu halal dan haram. Aqidah Islam ditanamkan ke anak-anak sejak dini, anak-anak dikenalkan dengan sang penciptanya dan diberikan rasa tanggung jawab dalam dirinya, sehingga anak-anak terjaga dari sifat-sifat yang tidak terpuji karena ada rasa takut dalam dirinya kepada Allah dan tahu setiap perbuatan itu akan ada balasannya baik di dunia ataupun di akhirat dan dari sistem Islam itu akan melahirkan pribadi-pribadi yang bertakwa yang saling menjaga dan mengingatkan dalam kebaikan. Karena Islam mengajarkan pada kita untuk saling menjaga, Allah berfirman dalam Quran surat at tahrim ayat ke-6 yang artinya ” wahai orang-orang yang beriman! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Wallahu’alam bishawab
