Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)
Pemerintah kabupaten Bandung telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah kabupaten Bandung. Kecamatan Cilengkrang, Cimenyan, Margaasih dan Rancabali masuk kedalam daerah resiko tinggi bencana kekeringan, Bupati menghimbau untuk lebih responsif dan peka terhadap ancaman dan resiko musim kekeringan serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Timbulnya kerawanan pangan, ketidakstabilan harga bahan pokok, serta resiko penyebaran penyakit pernapasan. (www.radaronline.id)
Kekeringan yang terjadi pasti ada sebabnya. Kekeringan selain disebabkan faktor alam juga dipengaruhi oleh perilaku manusia terhadap bumi. Tidak bisa dipungkiri di beberapa wilayah terjadi pembukaan lahan secara liar, tidak jarang pula lahan dibuka untuk pembangunan kawasan ekonomi, perumahan, pertokoan, pabrik-pabrik tanpa memperhatikan tata kelola lingkungan dan tata kota serta kelestarian alam yang penting ada manfaat dan keuntungan maka kelestarian lingkungan pun di abaikan.
Seperti itulah sistem kapitalisme dan sistem politik demokrasi, melegalkan liberalisasi pengelolaan lahan dan sumber daya alam di bawah kendali negara yang mengeluarkan kebijakan yang memudahkan dan melancarkan bisnis para pemilik modal. Mirisnya disaat yang sama negara abai terhadap kepentingan – kepentingan rakyat, tidak memikirkan dampak buruk yang terjadi dikemudian hari.
Sangat jauh berbeda dengan sistem Islam dimana hanya aturan Alloh satu-satunya yang diterapkan oleh negara. Satu-satunya jalan untuk memperbaiki kerusakan – kerusakan yang telah terjadi, dengan diterapkannya sistem Islam secara kaffah sesuai dengan kehendak Alloh sebagai pemilik bumi dan seisinya tentu akan mampu memberikan keseimbangan alam.
Islam memandang kekeringan sebagai persoalan sistemik, penguasa yang bertanggung jawab mengurus umat, berperan besar mengatasi persoalan rakyat. Jika sistem yang ada sekarang terbukti merusak dan menimbulkan banyak permasalahan maka solusi hakiki adalah mengganti sistem. Sistem kapitalisme liberal hanya menguntungkan para kapital tidak menyelesaikan permasalahan umat.
Pemimpin dalam Islam wajib menerapkan solusi mengatasi problem kekeringan dan juga mandiri dalam membuat program mengatasi dampak perubahan iklim. Tentu saja solusi tersebut harus lahir dari aturan Islam. Islam memberikan solusi yang solutif serta efektif dengan cara teknis pertama dengan mengedukasi masyarakat secara terus-menerus dalam rangka membangun kesadaran dan melibatkan seluruh masyarakat secara sistematis menghadapi bencana kekeringan.
Kedua membangun, merehabilitasi dan memelihara jaringan irigasi dan pengairan serta konservasi lahan dan air. Ketiga memberikan bantuan sarana produksi seperti benih, pupuk dan sebagainya kepada masyarakat.
Ditambah solusi nonteknis adalah dengan mendekatkan diri kepada Alloh, pemimpin dalam Islam akan mengajak umat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, bertaubat dan kembali kepada Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Memohon pertolongan pada Alloh SWT melalui doa, sholat istisqa agar Alloh mengangkat musibah kekeringan yang terjadi.
Inilah sebagian kecil mekanisme negara dengan sistem Islam untuk mencegah terjadinya kekeringan dan menghadapi dampak kekeringan. Semua ini hanya terwujud melalui penerapan syariah Islam kaffah sehingga Islampun akan menjadi rahmat bagi semesta alam.
Wallahu a’lam bish-shawab.
