OPINI/Artikel

Kesulitan dan Kekeringan Air Bersih

adminsigiku.com
×

Kesulitan dan Kekeringan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Oleh: Heni Ruslaeni (Ibu Rumah Tangga)

Sudah enam bulan terakhir,warga di Kampung Lembur Suuk, Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung kesulitan air bersih. (ayobandung.com)

Salah seorang warga Cangkuang yang bernama Asep, mengatakan bahwa walaupun musim kemarau baru beberapa bulan, namun warga Lembur Suuk sudah kesulitan air sejak 6 bulan lalu. Pasalnya,air PDAM yang diandalkan oleh warga sering mengalami ganguan. Asep pun sering meminta air ke tetangganya yang air sumurnya masih ada, ujar Asep, Jumat (06/10/2023)

Kekeringan melanda di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Bandung, ini akibat kemarau panjang dan ini juga dampak fenomena El Nino yang terjadi di indonesia yaitu fenomena alat ketika lebih panas dari sebelumnya,yang menyebabkan kemarau panjang karena curah hujan menurun.

Dampak kemarau panjang tentu berpengaruh pada pasokan air,padahal air merupakan sumber kebutuhan yang sangat vital. Kebutuhan akan air bersih sangat mutlak dibutuhkan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan perencanaan matang dalam menghadapi setiap musim tersebut datang.

Kondisi semakin parah dalam beberapa bulan terakhir ini, selain dampak kekeringan karena kemarau panjang ditambambah, air PDAM sering tidak mengalir, warga pun banyak yang tidak sempat menampung air ketika sambungan PDAM mengalir.

Di tengah kekeringan dan kebutuhan pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan, banyak yang meraup keuntungan dengan komersialisasi air kemasan dan penguasaan sumber- sumber air bersih oleh pihak swasta. Hanya warga yang punya uang yang bisa membeli, faktanya sebagian besar warga memiliki ekonomi menengah kebawah. Untuk membuat sumur bor dengan kedalaman puluhan meter, di butuhkan biaya yang cukup besar.

Warga Cangkuang beruntung, Polsek Cangkuang memberikan bantuan pembuatan sumur bor yang ditempatkan di masjid setempat. Air dari sumur bor tersebut bisa menjadi penyambung kebutuhan apabila air di rumah sudah tidak mengalir.

Ada 280 Kepala Keluarga yang bisa memanfaatkan air dari sumur ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pembuatan sumur bor ini adalah hasil patungan dari kapolsek, tokoh masyarakat hingga donatur yang berada di wilayah Desa Cangkuang. Masyarakat sekitar antusias sekali mengantre untuk mengambil air bersih.Dengan adanya air bersih ini,tentu sangat membuat masyarakat senang.

Di dalam Islam Air merupakan salah satu kepemilikan umum,artinya semua orang bisa dengan mudah menikmati,atau menggunakan secara gratis karena air tidak boleh di perjual belikan,mengapa bisa gratis? Karena yang berhak mengelola seluruh sumber daya alam hanyalah negara dan hasil nya di berikan kepada masyarakat.

Berbeda dengan sistem yang menyelisih islam,dimana air dimiliki dan dikelola oleh individu atau pengusaha, sehingga air pun di perjualbelikan, hasilnya pun dinikmati oleh individu.

Krisis air bersih di indonesia menjadi ironi karena sebagai negara yang kaya akan sumber air, seharusnya indonesia tidak mengalami krisis air bersih,namun kenyataannya, setiap tahun ada saja daerah yang mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih bukan semata- mata kejadian karena fenomena alam,tapi ini terjadi karena ulah dan perbuatan tangan manusia itu sendiri, kurangnya rasa syukur menjadi faktor dan fokus utama dalam kehidupan, karena ketika manusia kurang bersyukur atas apa yang telah Allah beri kepada kita maka kita akan merasa kurang dan kurang. Hasilnya adalah manusia akan terus mencari sesuatu yang bisa membuat mereka merasa senang dan puas.Dan demi kesenangan sesaat manusia pun rela menghalalkan segala cara hingga melanggar hukum syara. Sehingga Allah murka dan mendatangkan musibah bagi manusia, itu semua agar manusia mau berubah dan sadar dengan kesalahannya.

Sudah semestinya alam semesta ini diatur dengan sistem islam yang mana sistem islam itu memanusiakan manusia, sesuai fitrah manusia dan tentunya kita harus liat faktanya bahwa islam pernah berjaya 1400 tahun lamanya, itu semua karena sistem islam hanya memakai aturan islam yang sudah jelas datang dari yang menciptakan manusia dan seluruh alam semesta yaitu Allah SWT.Wallahu’alam bishshawab.