Pewarta : Roy P
Kota Ambon – Negeri Soya,dusun kayu putih Kecamatan Sirimau, berhasil meraih Trophy dan Sertifikat Program Kampung Iklim (Proklim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI yang diberikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHP) Provinsi Maluku, Roy Siauta kepada Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena yang bertempat di negeri soya dusun kayu putih, Selasa (07/11/2023).
Watimena dalam sambutannya menyatakan bahwa program kampung iklim(Proklim) ini di lakukan untuk adaptasi perubahan iklim demi menjaga alam supaya tetap terpelihara,yang berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat yang mendiami kota ini,
Dikatakannya proklim ini di harapkan dapat menjawab tantangan kehidupan masyarakat kota Ambon dalam menghadapi perubahan iklim beserta dampaknya, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan kehidupan sosial ekonomi, terbangunnya kesadaran dan daya hidup,serta menumbuhkan kemandirian masyarakat,guna melaksanakan mitigasi perubahan iklim, termasuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal,”Pungkasnya
Di kesempatan yang sama Kepala lingkungan hidup provinsi Maluku Bapak Roy Siauta dalam sambutan’nya menyatakan ada beberapa hal yang yang ingin saya sampaikan “pertama program kampung iklim merupakan program lingkup nasional yang dikelola oleh kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia, Dalam rangka meningkatkan keterlibatan Masyarakat di tingkat tapak sedan pemangku kepentingan bidang lingkungan hidup untuk melakukan penguatan kapasitas,adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim,
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa program ini merupakan program pemerintah merupakan upaya pemerintah untuk mendorong aksi masyarakat agar berupaya sendiri, membangun ketangguhan diri dan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim yang terus terjadi dewasa ini,
Senjata kerja keras dan dedikasi masyarakat pemerintah memberikan penghargaan sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi,
Kedua”Penghargaan trofi Proklim utama maupun sertifikat Proklim bukanlah sebuah pencapaian yang baru bagi pemerintah provinsi Maluku dan kota Ambon, karena sejarah mencatat sejak tahun 2020 sampai tahun 2023 telah terbentuk 70 kampung iklim di provinsi Maluku dan 23 itu ada di kota Ambon, terbagi di beberapa kabupaten kota Ambon, kabupaten Seram, kabupaten bagian Barat, kabupaten Maluku Tengah, kabupaten buru kabupaten Buru Selatan, dan kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan berbagai bentuk apresiasi dan penghargaan yang diterima,
Namun atas pencapaian saat ini selaku pemerintah daerah provinsi Maluku kami patut berbangga dan memberikan apresiasi yang tidak bertepi kepada pemerintah kota Ambon terkhususnya kelompok Proklim dusun kayu putih Negeri Soya,
Ketiga “Meraih juara adalah mudah,namun mempertahankan predikat sebagai juara bertahan yang harus mampu mengembang tugas untuk mendorong terciptanya juara-juara baru di kota Ambon sangatlah sulit,Karena penerima tropi utama tugasnya dia adalah menciptakan 10 kelompok untuk bagaimana dia bisa mendapatkan trofi desai dan tugas kita bukan berakhir disini tapi masih sangat panjang,
Untuk menyerahkan penghargaan dari menteri lingkungan hidup dan kehutanan kepada 9 kelompok Proklim di kota Ambon atas dedikasi dan karya mereka dalam membangun ketangguhan diri untuk menghadapi dampak perubahan iklim Yang terus Yang terus menerpa kita dan tidak mungkin dapat kita hindari, Dan diantara ke sembilan kelompok Proklim ini dusun kayu putih di negeri soya tempat dimana kita berada saat ini menjadi juara dalam meraih predikat trofi utama
Atas keberhasilan ini pemerintah daerah provinsi Maluku untuk mengucapkan selamat pencapaian yang luar biasa ini dan kepada 9 kelompok yang lain yang mendapatkan penghargaan berupa sertifikat tropi utama dan piagam madya partisipatif Proklim,
“Kami juga menyampaikan Selamat atas kerja kerasnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kita mampu mempertahankan predikat juara yang pernah kita miliki sebelumnya, Untuk itu melalui kegiatan ini saya ingin menyampaikan kepada kita semua bahwa bumi semakin kurang bersahabat dengan kita, bumi saat ini semakin panas dan semakin menampilkan berbagai fenomena alam yang menakutkan dan mengancam keberlangsungan hidup kita,” katanya.
Tugas kita adalah terus berupaya menjadikan bumi yang semakin bergelora ini menjadi sahabat dengan terus melakukan aksi penyesuaian atau adaptasi dan terus membangun pertahanan atau mediasi terhadap berbagai dampak dan fenomena perubahan dewasa ini,
“Pesan saya kepada kelompok-kelompok Proklim yang telah terbentuk dan meraih penghargaan saat ini, jadikan penghargaan mu sebagai pemicu untuk terus berkarya, berinovasi dalam melindungi diri sendiri keluarga, masyarakat dan lingkungan bagi kelangsungan hidup bersama dan anak cucu kita di kemudian hari,” ujarnya.
Ia juga meminta kelompok-kelompok masyarakat lain, untuk terus berkarya meraih keberhasilan yang sama, “Kepada semua pihak yang turut terlibat dalam pencapaian ini baik pemerintah provinsi, pemerintah kota, pemerintah desa UPT di provinsi Maluku BUMN, BUMD, lembaga keagamaan serta mitra potensial lainnya, kami memberikan apresiasi serta terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi dan peran serta dalam meraih prestasi gemilang ini,” tutupnya.













