Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP AKSI)
Begitu pamilier kita, mendengar istilah tempat-tempat tertentu yang dianggap sakral atau suci. Bahkan ada sejumlah lokasi atau tempat sebagai cagar budaya.
Begitu banyak di dunia, lokasi yang dianggap sakral dan disakralkan. Pensakralan sebuah tempat, bangunan, sumur atau apa pun sah sah saja.
Namun bagi Saya tempat paling sakral di muka bumi adalah sekolahan. Mengapa ? Karena hanya di sekolahanlah manusia suci itu berada, yakni anak didik.
Anak anak, anak didik adalah warganegara paling istimewa di semua bangsa. Semua agama dan negara mengistimewakan semua anak didik.
Dari sekolahanlah mental, karakter, akhlak dan kemanusiaan Sang Manusia dibentuk. Tempat suci identik dengan ritual. Sekolahan identik dengan belajar.
Hal paling manusiawi dan istimewa dari umat manusia adalah proses belajar. Hal pertama saat Adam AS diciptakan maka Ia diajarkan, dikenalkan pada alam sekitarnya.
Menuntut ilmu, belajar dan mengajar adalah sebuah ibadah terbaik. Siapa saja yang belajar dengan baik, bagaikan berjalan menuju ke Surga.
Jadi tempat paling sakral dan paling menentukan keberadaan dan keberadaban manusia adalah sekolah. Sekolah adalah “tempat suci” sejatinya demikian.
Bagi Saya wilayah paling sakral di dunia adalah sekolah. Makanya semua umat manusia harus benar benar menghormati dunia sekolah.
Orang yang tidak menghormati, tidak mensakralkan sekolah, adalah orang yang bermasalah. Termasuk internal sekolahan atau pun eksternal sekolahan.
Apa yang akan terjadi di masa depan, apa yang akan terjadi di dunia ini dan bahkan apa yang akan terjadi di kehidupan akhirat kelak, terkait apa yang terjadi di sekolahan.
Dari sekolahanlah warga negara lahir. Dari sekolahanlah para pemimpin kelak akan lahir. Dari sekolahanlah orang orang baik terlahir.
Sekolah adalah “Rumah Ibadah Pendidikan Terbaik” umat manusia. Sekolahanlah wajah masa depan dunia. Sekolah adalah tempat paling sakral di dunia.











