Pewarta : Anis
Kota Depok – Stunting adalah Kondisi yang di tandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila di bandingkan dengan anak anak seusianya.
Sederhananya Stunting merupakan sebutan bagi ganguan pertumbuhan anak,penyebab utama dari Stunting adalah kurangnya Asupan Nutrisi selama masa pertumbuhan Anak.
Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
Pasalnya, menu pencegah stunting yang disajikan dengan anggaran Rp 18.000 per paket hanya berupa nasi, kuah sop, dan tahu rebus. Seharusnya anak anak Stunting mendapat asupan yang sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan, di antaranya : Nasi,Sop Ceker Wortel buncis, Hati Ayam Goreng,Tahu Bacem, Snack Puding,Pepaya dan Susu Kotak ini salah satu Penanganan pertama yang bisa di lakukan untuk anak Stunting yaitu memberikan Pola menu makan Siang dengan Gizi yang Seimbang.
Masyarakat menilai sajian,Nasi,Sop dan Tahu Rebus ini belum mampu menunjang asupan gizi anak.
Menanggapi temuan ini, Dinkes Kota Depok mengakui ada kekeliruan dalam program PMT di Kecamatan Tapos.
Ternyata Menu program pemberian makanan tambahan (PMT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok di Kecamatan Tapos menuai kritik dari masyarakat.
LSM KAPOK Kota Depok saat dikonfirmasi mengenai kejadian yang terjadi,Ketua Kasno mengatakan lewat Voice Not WA kepada Wartawan Sinar Pagi bahwa adanya Dugaan makanan yang di berikan kepada Anak anak Stunting yang mana patut di duga ,isi makanannya itu,di anggap Kurang layak,yang tidak sesuai dengan anggaran yang sudah ada,dan juga sudah menjadi sorotan bagi Wakil Rakyat yang di DPRD Kota Depok beberapa hari yang lalu.
“Kami dari LSM KAPOK berharap,bahwa pemerintah Kota Depok, melalui Bapak Walikota Muhammad Idris agar dapat memberi perhatian Khusus terhadap dugaan kasus makanan Stunting tersebut dan kami berharap bahwa,kinerja dari Leader Leader Dinas Kesehatan harus di Evaluasi Kembali,sehingga kejadian serupa tidak terjadi kembali,” ucapnya.
Kasno berharap kalau memang ada Kecurigaan atau dugaan penyimpangan terkait di Dinas Kesehatan, Kami LSM KAPOK mendesak kepada pihak Kejaksaan Kota Depok,untuk segera melakukan penyelidikan Seluruh anggaran yang ada di Dinas Kesehatan Kota Depok,ujar Kasno LSM KAPOK.













