Politik & Pemerintahan

Respon Cepat Pemkab Indramayu terhadap PPKS

adminsigiku.com
×

Respon Cepat Pemkab Indramayu terhadap PPKS

Sebarkan artikel ini

Pewarta :  Sonny S

Koran SINAR PAGI, Indramayu.- Pemerintah kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial melakukan respon cepat terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) agar tetap berdaya dan bisa menjalankan fungsi sosialnya. Kali ini satu PPKS di kecamatan Jatibarang, dan kemudian empat PPKS di Kecamatan Kertasemaya. Penanganan PPKS yang dilaksanakan berdasarkan informasi dari media dan adanya laporan dari masyarakat, Jumat (17/11/2023).

Dinsos Indramayu melakukan respon kasus kepada PPKS a.n. Wakidin (51 tahun) pria paruh baya disabilitas rungu dan tuna wicara merupakan warga Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang yang menjalani hari-harinya dengan usaha bengkel sepeda dan tambal ban motor, sudah berjalan selama lima tahun. Ibu dari Wakidin (Wasiah) juga membuka usaha warung kopi sederhana di sebelah bengkel Wakidin.

Wakidin menjalankan bengkel sejak jam 6 pagi, sampai jam 7 malam. Wakidin tidak pernah bersekolah, namun mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari melalui usaha tambal ban tersebut. Wakidin pernah bekerja sebagai pemotong kayu dan tukang becak.

Modal awal usaha termasuk kompresornya diberikan oleh bapak dari Wakidin, yang Kemudian Wakidin dapat melanjutkan usahanya secara mandiri. Wakidin dapat berkomunikasi dengan pelanggan menggunakan bahasa isyarat yang mudah dimengerti.

Berkaitan dengan hal tersebut Dinsos indramayu memberikan penanganan diantaranya, Motivasi dan Penguatan kepada keluarga untuk terus melangsungkan usaha, Memfasilitasi usulan bantuan kepada sentra Phalamartha dalam meningkatkan pengembangan usaha (kompresor yang lebih besar, stok ban dalam, ban luar, tool kit perlengkapan tambal ban tubeless, oli rantai, dsb), dan Pemberian paket sembako.
.
Kemudian Dinas Sosial menuju Blok Bolon, Desa Tenajar Lor, Kecamatan Kertasemaya, a.n. Tiara (10 tahun) yang mengalami Disabilitas fisik. Tiara saat umur 2 tahun mengalami panas tinggi, sehingga dibawa ke R.S. Zam zam Jatibarang di ruang ICU, dinyatakan mengalami pecah otak belakang sehingga syaraf pada tubuh menjadi kaku dan melipat. Hingga saat ini Tiara Hanya bisa berbaring saja. Ayah Tiara Syaiful Hudda Bekerja sebagai buruh harian, sedangkan ibunya berjualan gorengan dan seblak di depan rumahnya. Tiara menempati rumah milik almarhum neneknya yang sudah tidak terpakai karena belum memiliki rumah.
Keluarga PPKS sudah masuk DTKS dan mendapatkan BPJS PBI. Untuk bantuan BPNT masih dalam Daftar tunggu.

Berkaitan dengan penanganan PPKS tersebut, Dinsos Indramayu memberikan Motivasi dan Penguatan kepada keluarga, memfasilitasi usulan bantuan kepada sentra Phalamartha untuk mendapatkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), dan Pemberian paket sembako.
.
Selanjutnya, masih di Desa Tenajar Lor, Dinas Sosial menuju ke PPKS a.n. Zikri Hadi (10 Tahun), Zikri mengalami disabilitas fisik sejak lahir dengan kondisi kaki tangan terlipat dari lahir, dinyatakan secara medis terkena gangguan saraf, Zikri juga mengalami tremor. Bapak dari Zikri dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari keluarganya, bekerja sebagai buruh tani dan juga buruh bangunan. Keluarga PPKS sudah mendapatkan bantuan program PKH, BPNT, serta KIS BPJS.

Berkaitan dengan penanganan PPKS tersebut, Dinsos Indramayu memberikan Motivasi dan Penguatan kepada keluarga, Pemberian paket sembako.

Kemudian, Dinsos Indramayu menuju Desa Tenajar Tengah, mengunjungi klien a.n. Eka Romantika (23 tahun) yang mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2013. Eka mengalami depresi dipicu dari perceraian kedua orangtuanya. Klien sering kali mengurung diri dikamar. Klien sudah pernah dirawat di RSUD Arjawinangun tetapi tidak selesai pengobatannya. Klien tinggal serumah dengan neneknya, karena ibunya sudah menikah lagi dan menempati rumah tidak jauh dari rumah ibunya.
Klien sudah memiliki kartu KIS dan pernah mendapatkan BPNT, sayangnya tahun 2021 sudah tidak aktif dan berhenti mendapatkan bantuan.
Berkaitan dengan PPKS tersebut, Dinas Sosial memberikan, Motivasi dan penguatan kepada keluarga klien terkait pentingnya pengobatan kejiwaan klien, memfasilitasi klien kepada pemerintah desa setempat agar puskesmas segera melakukan penanganan medis kepada klien dan pemberian paket sembako.
.
Terakhir, Dinsos Indramayu melakukan asessment kepada PPKS a.n Muhammad Alip Barokah (9 tahun) yang mengalami sakit paru dan jantung. Kondisi klien sangat memprihatinkan dengan diagnosa penyakit berat, sehingga direkomendasikan untuk dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Dinas Sosial berkoordinasi dengan Puskesmas UPT Kertasemaya untuk melaksanakan kunjungan Dokmaru (Dokter Masuk Rumah). Klien sudah memiliki BPJS berbayar dan sering kontrol kesehatannya di RS Mitra Plumbon Widasari.

Berkaitan dengan PPKS tersebut, Dinsos Indramayu melakukan pemberian motivasi kepada PPKS dan keluarganya untuk terus bersemangat melakukan pengobatan medis, Pemberian paket sembako.